Hukum & Kriminal

Polda Jateng Tangkap 75 Tersangka dari 48 Kasus Judi Online Sepanjang 2024, Ini Beragam Modusnya

×

Polda Jateng Tangkap 75 Tersangka dari 48 Kasus Judi Online Sepanjang 2024, Ini Beragam Modusnya

Sebarkan artikel ini
Rp900 Juta | Perceraian Judi | Kemiskinan Jawa | Pemain Judi Online | Transaksi Judi Online
Ilustrasi judi online di gawai. (ant)

SEMARANG, beritajateng.tv – Polda Jawa Tengah melalui Satgas Judi Online Direktur Reserse Kriminal Khusus bersama dengan polres jajaran berhasil menangkap 75 tersangka dari 48 kasus judi online yang terjadi di Jawa Tengah sepanjang tahun 2024.

“Barang buktinya bervariasi, rata-rata sekali main sekitar Rp30 juta,” ungkap Direktur Reskrimsus Polda Jawa Tengah, Kombes Pol Dwi Subagio, beberapa waktu yang lalu.

BACA JUGA: Duh! Tren Pasien Gangguan Jiwa Korban Judi Daring Terus Meningkat, Begini Gejalanya

Menurut Kombes Pol Dwi Subagio, para tersangka yang tertangkap memiliki peran yang berbeda-beda.

“Mulai dari agen, admin, bagian pembayaran hasil judi, hingga selebgram yang mendapat endorsemen,” tuturnya.

BACA JUGA: Marak Orang Kecanduan, Kemenkes Ungkap 5 Program Pemulihan Bagi Pecandu Judi Daring

Akan tetapi, hingga kini bandar dan penyedia server judi daring masih belum berhasil tim polisi tangkap.

“Pengungkapan kasus-kasus ini merupakan hasil dari patroli siber yang kami lakukan,” imbuhnya.

BACA JUGA: Promosikan Judi Online di Medsos, Selebgram Pati Kuliah di Semarang Kena Ringkus Polisi, Segini Upahnya

Kepala Subdit Tindak Pidana Siber Direktur Reserse Kriminal Khusus Polda Jawa Tengah, AKBP Sulistyoningsih, menambahkan, dalam menangkap pelaku judi online, pihaknya telah melakukan profiling secara intensif.

“Sebenarnya ini judi manual, tetapi komunikasinya melalui media online,” terang AKBP Sulistyoningsih.

BACA JUGA: Marak Judi Daring, Walikota Semarang Bakal Sidak Gadget ASN di Lingkungan Pemkot

Ia juga menyatakan secara nasional hasil patroli siber dari pihaknya ialah yang paling banyak, tetapi lokasinya tidak tentu di Jawa Tengah.

“Servernya bisa berada di luar negeri. Setiap hari kami melakukan profiling, memblokir akun atau situs. Dan, permohonannya kami sampaikan ke Mabes Polri untuk diteruskan ke Kementerian Kominfo,” tegasnya. (*)

Simak berbagai berita dan artikel pilihan beritajateng.tv dengan bergabung ke saluran kami.

Gabung Channel WhatsApp