SEMARANG, beritajateng.tv – Polisi mengamankan seorang pria berinisial NY (63) di Semarang, Jawa Tengah, terkait dugaan mengonsumsi daging kucing.
Mengutip dari Antara, Kompol Agung Raharjo, mengatakan bahwa pria berinisial NY sudah diamankan untuk dimintai keterangan.
“Dari klarifikasi lisan, memang yang bersangkutan mengakui mengonsumsi daging kucing,” katanya seperti beritajateng,tv kutip pada Kamis, 8 Agustus 2024.
Selain NY, polisi juga meminta keterangan dari tiga penghuni indekos yang diduga mengetahui perbuatan pria yang memakan daging kucing tersebut.
BACA JUGA: Viral Bapak Kos di Gunungpati Semarang Makan Kucing Milik Penghuni, Ngaku untuk Obati Diabetes
Sementara, Inafis Polrestabes Semarang juga melakukan pemeriksaan di indekos milik pelaku.
Dari hasil pemeriksaan, lanjut Agung, petugas mengamankan sejumlah barang bukti seperti alat penanak nasi, sebilah sabit, dan potongan tulang yang terduga dari kucing yang pelaku telah sembelih.
Lebih lanjut, Agung mengatakan dari keterangan NY dalam setahun terakhir sudah memakan 10 kucing yang rata-rata kucing liar.
“Dari keterangan, setahun terakhir 10 kucing,” kata Agung.
Kabid Humas Polda Jawa Tengah Kombes Artanto mengatakan bahwa Polrestabes Semarang sudah merespons dan menangani kasus tersebut.
“Kita tunggu perkembangan penanganannya, termasuk dugaan kondisi kejiwaan pelaku,” kata Artanto.
Sebelumnya, warganet heboh dengan kabar soal pemilik indekos di Semarang yang tertangkap basah saat sedang makan daging kucing.
Salah satu anak kos mengabadikan momen tersebut dan mengunggahnya ke akun TikTok @three.in.one, yang kemudian menjadi viral.
“Pak, ini kucing saya? Enak bapak makan kucing?” tanya salah satu anak kos, marah.
BACA JUGA: Astaga! Buat Obat, Ini Kucing yang Bapak Kos Konsumsi di Gunungpati Semarang
NY menjelaskan bahwa ia terpaksa memakan daging kucing untuk mengendalikan kadar gula darahnya yang tinggi. Ia mengaku, suntikan insulin dari Dokter Dayat selama 9 bulan terakhir sudah tidak efektif lagi.
“Saya makan daging kucing karena gula darah saya terus tinggi,” jelas NY. (*)




