Informasi tersebut membuatnya khawatir apabila kegiatan eksplorasi panas bumi nantinya turut memengaruhi kondisi lingkungan di Desa Kemitir, terutama ketersediaan air bersih.
“Kok harus dibor (eksplorasi) di Gunung Ungaran, apakah nanti tidak semakin memperparah kesulitan air bersih di lingkungan Desa Kemitir ini,” ungkapnya.
Selain persoalan sumber air, Zumaroh juga mengkhawatirkan potensi bencana alam apabila proyek geotermal dilaksanakan di kawasan Gunung Ungaran.
Ia menyebut Kecamatan Sumowono selama ini termasuk wilayah yang rawan mengalami tanah longsor. Karena itu, ia berharap aspek kerawanan bencana turut menjadi perhatian dalam rencana eksplorasi panas bumi.
“Jadi selain mengkhawatirkan pengaruhnya bagi sumber-sumber air, saya juga khawatir proyek tersebut akan meningkatkan potensi kebencanaan,” tandasnya. (*)
Editor: Mu’ammar R. Qadafi





