SALATIGA, beritajateng.tv – Siapa yang sudah pergi berwisata ke Salatiga dan mencoba kuliner khasnya? Salah satunya adalah soto Salatiga, yang menjadi favorit wisatawan saat berkunjung ke sana.
Jika kamu ingin tahu lebih banyak tentang kuliner khas Salatiga, beritajateng.tv akan memberikan informasi lengkapnya. Jadi, pastikan untuk menyimak dengan seksama agar tidak melewatkan informasi penting dan jangan lupa mencatat lokasinya.
Rekomendasi Kuliner Khas Salatiga
Gethuk Kethek
Produksi Gethuk Kethek bermula pada tahun 1965. Nama “Getuk Kethek” berasal dari praktik memelihara monyet di depan tempat berjualan mereka di Jalan Argotunggal.
BACA JUG: Begini Pesona Banyoe Angkringan Salatiga, Wisata Kuliner dengan Pemandangan Alam yang Indah
Kata “Kethek” berasal dari bahasa Jawa yang berarti monyet. Sejak tahun 1988, Suwarni mengelola langsung dengan versi original Gethuk tanpa pengawet lalu Santoso meneruskan produksi tersebut.
Romde Jago
Suasana sejuk Kota Salatiga sangat pas pengunjung nikmati bersama semangkuk ronde. Kunjungi Ronde Jago yang terletak di Jalan Jenderal Sudirman Nomor 9, tepat di belakang Pos Polisi, yang sudah menjadi legenda.
Berdiri sejak tahun 1964, Ronde Jago menawarkan paket lengkap ronde yang mencakup ronde sekoteng dengan kacang putih presto, manisan buah, dan kulit jeruk. Saat ini, Ronde Jago dikelola oleh Airlangga Setia Darma Putra, yang merupakan generasi keempat.
Soto Esto
Di Jalan Langensuko, Soto Esto telah beroperasi sejak tahun 1940. Pada tahun 1953, mereka sempat menjual sotonya di garasi Bus Esto sebelum akhirnya pada tahun 2009 pindah ke lokasi saat ini.
BACA JUGA: Intip Daya Tarik Tempat Makan Joglo Tepi Sawah Salatiga, Restoran Menjanjikan dengan Kuliner Lezat
Marto Setiko dan Sudarmi merintis langsung adanya kuliner tersebut, dan sekarang Sularmi yang melanjutkannya. Salah satu ciri khas dari Soto Esto adalah penggunaan ayam kampung yang tersaji dengan kerupuk karak bersamaan dengan soto.
Tumpang Koyor Mbah Rakinem
Sejak tahun 1950, Mbah Rakimen telah berjualan dengan cara menggendong barang dagangannya keliling. Namun, sejak tahun 2009, Mbah Rakimen beralih untuk berjualan di rumah karena usianya yang sudah lanjut.
Rumahnya terletak di Jalan Nakula Sadewo Sidomukti. Pada tanggal 6 Juli 2021, Mbah Rakimen meninggal dunia, dan sekarang usahanya dilanjutkan oleh anak perempuannya yang bernama Jumiyati.
Demikianlah informasi seputar beberapa rekomendasi makanan khas Salatiga yang cukup legendaris untuk kamu cicipi. (*)





