SEMARANG, beritajateng.tv – Modus pengedar sabu berinisial ZA (40), warga Kota Banda Aceh, yang hendak menyerahkan ke RN (30) warga Kota Solo tergolong cukup nekat dan berani.
Pasalnya, ZA mengantarkan sabu seberat 1.000 gram melalui jalur udara. Selama ini, penyeludupan narkotika biasanya melalui jalur darat atau air.
Kabid Pemberantasan dan Intelejen BNNP Provinsi Jawa Tengah, Arief Dimjati, mengaku terkejut saat mendapati narkotika jenis sabu itu lolos pemeriksaan Bandara Soekarno Hatta, Jakarta.
“Ini yang kita surpirse ya, kok bisa melalui Bandara Soekarno Hatta bisa lolos. Ini harus kita selidiki lebih lanjut,” ujar Arief usai menghadiri Konferensi Pers di Kantor BNNP Jateng, Kota Semarang, Senin, 2 Oktober 2023.
BACA JUGA: Gagalkan Peredaran Sabu ke Solo Raya, BNNP Jateng Musnahkan Satu Kilogram Barang Bukti
Pihaknya mengaku akan melakukan pemeriksaan lanjutan. Adapun pemeriksaan itu, kata Arief, akan berlangsung di dua bandara tersebut.
“Harus diselidiki kenapa bisa lolos dan masuk ke Provinsi Jawa Tengah, dalam hal ini khususnya Bandara Adi Soemarmo,” lanjutnya.
Terkait apakah paket yang tersangka ZA bawa sudah melalui proses pengecekan, Arief memastikan pihak bandara bersangkutan telah melakukan pemeriksaan X-ray.
“Lewat X-ray pasti. (Pada waktu itu) yang bersangkutan sedang berada di Jakarta, bukan (berangkat) dari Aceh,” ucapnya.
Modus kemasan sabu yang sedianya bakal beredar di Solo Jateng
Lebih lanjut, Arief mengungkap, narkotika jenis sabu yang terbungkus dalam kemasan Teh Cina itu tersembunyi di dalam koper putih. Arief menyebut, tersangka ZA mengaku memperoleh imbalan senilai Rp30 juta untuk mengantarkan sabu tersebut.
“(ZA bertugas) membawa (sabu itu) ke Solo dari Jakarta. Untuk pasaran di Jawa Tengah itu kurang lebih 1 gramnya seharga 1,2 juta rupiah,” paparnya.
Sabu yang terkemas dalam bungkusan Teh Cina itu menurut dugaan masuk dalam jaringan segitiga emas Fredy Pratama. Namun, Arief belum dapat memberikan keterangan pasti.
BACA JUGA: Gagalkan Penyelundupan Sabu Hingga Ganja, BNNP Jateng Sebut Daerah Perbatasan Ini Jadi Sasaran





