Menurutnya, kenaikan suku bunga justru berpotensi meningkatkan beban cicilan masyarakat di tengah daya beli yang masih rendah.
BACA JUGA: Sudah Tiga Demo di Kantor Gubernur Jateng dalam Sepekan, Massa Aksi Serukan “Di Mana Ahmad Luthfi?”
“Kami melihat kebijakan menaikkan suku bunga kurang tepat. Ketika suku bunga naik, cicilan masyarakat juga naik. Padahal daya beli masyarakat sedang menurun,” kata Gema.
Ia menilai pemerintah seharusnya lebih fokus meningkatkan kesejahteraan masyarakat melalui peningkatan pendapatan dan penciptaan kondisi ekonomi yang lebih baik.
“Yang perlu 𝖽iperbaiki adalah bagaimana meningkatkan daya beli masyarakat dan pendapatan masyarakat, bukan hanya melihat angka statistik,” tambahnya.
Enam HMI Jateng-DIY Tuntutan Terhadap Pemerintah
Dalam aksi tersebut, Badko HMI Jateng-DIY menyampaikan enam tuntutan kepada pemerintah, yakni:
1. Mendesak penutupan program Makan Bergizi Gratis (MBG) di wilayah Provinsi Jawa Tengah.
2. Mendesak evaluasi penuh kebijakan Koperasi Daerah Kabinet Merah Putih (KDKMP) yang 𝖽inilai tumpang tindih dengan kewenangan pemerintah daerah.
3. Mendesak penurunan harga BBM Pertamax.
4. Mendesak pemerintah memperkuat stabilitas ekonomi nasional melalui penguatan nilai tukar rupiah dan pengendalian inflasi.
5. Mendesak pemberian subsidi penuh untuk pendidikan yang lebih inklusif.
6. Mendesak penegasan supremasi sipil dengan mengembalikan TNI dan Polri ke barak. (*)
Editor: Mu’ammar R. Qadafi





