SEMARANG, beritajateng.tv – Pj Gubernur Provinsi Jawa Tengah, Nana Sudjana, menyinggung angka kemiskinan yang masih tinggi saat menghadiri Seminar Kebangsaan di Fakultas Hukum (FH), Universitas Diponegoro (Undip), Kamis, 3 Oktober 2024.
Dalam sambutannya, Nana menyebut tingkat kemiskinan di Jawa Tengah termasuk yang paling tinggi di Pulau Jawa.
“Jawa Tengah ini tingkat kemiskinannya termasuk mungkin paling tinggi di Pulau Jawa. 10,49 persen dengan kemiskinan ekstrem di posisi 1,1 persen,” ucap Nana.
Bahkan, kata dia, angka kemiskinan itu menjadi pekerjaan rumah yang mesti ia tuntaskan selaku Pj Gubernur Jawa Tengah.
“Artinya ini PR saya selaku Pj Gubernur. Bagaimana kita mati-matian bekerja keras menurunkan ini,” ucap Nana.
Nana membeberkan, sebelum menjabat, angka kemiskinan di Jawa Tengah berada di posisi 10,77 persen.
“Awalnya 10,77 persen, sekarang 10,49 persen. Hal ini jadi program prioritas saya selaku Pj Gubernur. Bagaimana mengentaskan kemiskinan, menyejahterakan masyarakat, dan berkeadilan,” tegas dia.
Selain soal kemiskinan Jawa Tengah, Nana ajak pemilih muda pilih pemimpin pro rakyat
Dalam kesempatan itu pula, Nana menyinggung agar pemilih muda, khususnya mahasiswa yang punya hak pilih pada Pilkada 2024, mampu memilih calon gubernur dan calon wakil gubernur yang pro rakyat.
“Itulah yang nanti harus kita pilih. Kita milih pimpinan yang betul-betul pro rakyat dan memang tujuannya menjadi gubernur itu memberikan pengabdian full pada masyarakat Jateng,” tegas Nana.
Menurutnya, ajang Pilkada ini menjadi salah satu wujud nyata dari pelaksanaan kedaulatan rakyat. Hal itu, kata Nana, menjadi pondasi utama demokrasi di Indonesia.
BACA JUGA: Video Andika Perkasa Janji Fokus Entaskan Kemiskinan dan Sediakan Lapangan Kerja
“Kita menganut Demokrasi Pancasila yang setiap lima tahun akan memilih pimpinan, baik itu presiden-wakil presiden, DPR, DPD, dan juga di Pilkada,“ sambung Nana.
Terlebih, tutur Nana, jumlah penduduk dan juga pemilih di Jawa Tengah termasuk ketiga terbanyak di tingkat nasional. Oleh karenanya, Nana berharap partisipasi pemilih di Jawa Tengah semakin meningkat pada Pilkada 2024. (*)
Editor: Mu’ammar R. Qadafi





