Politik

Sebut Polemik Ijazah Jokowi Tak Berdasar, Pengamat Adi Prayitno: Sarat Motif Politik, Bukan Fakta Hukum

×

Sebut Polemik Ijazah Jokowi Tak Berdasar, Pengamat Adi Prayitno: Sarat Motif Politik, Bukan Fakta Hukum

Sebarkan artikel ini
Hasto Lembong | Ijazah Jokowi PDIP
Pengamat politik Adi Prayitno dalam salah satu video di kanal YouTube-nya. (Foto: YouTube/Adi Prayitno Official)

SEMARANG, beritajateng.tv – Perdebatan tentang keaslian ijazah Presiden Jokowi kembali mencuat, kali ini mencuri perhatian publik setelah pernyataan pengamat politik Adi Prayitno.

Dalam video di kanal YouTube Adi Prayitno Official, Minggu, 20 April 2025, ia menilai isu ini terus digoreng karena alasan politik, bukan fakta hukum.

“Kalau memang palsu, mana buktinya? Sampai hari ini belum ada satu pun yang menunjukkan bukti otentik,” tegas Adi dalam videonya.

Ia menganggap polemik ijazah ini sudah selesai secara hukum, namun sengaja terus dipelihara untuk menjatuhkan reputasi Jokowi.

BACA JUGA: Soroti Ketegangan Jokowi dan PDIP, Pengamat Adi Prayitno: Gesturnya Kini Beda, Ada Amarah Tersirat

Adi menjelaskan bahwa KPU sudah memverifikasi seluruh dokumen Jokowi saat mencalonkan diri sebagai Wali Kota Solo, Gubernur Jakarta, hingga Presiden.

“Kalau ijazahnya palsu, mustahil bisa lolos tiga kali pencalonan dengan proses yang ketat,” ujarnya.

Lebih lanjut, Adi juga menyoroti pernyataan resmi dari UGM. “UGM sendiri sudah bilang, Jokowi lulus dari sana. Itu pernyataan kampus terbesar di Indonesia, bukan opini,” kata dia.

Terkait larangan mempublikasikan ijazah yang tertuju ke media, Adi menyebut itu bukan alasan untuk mencurigai.

BACA JUGA: Geger DPR RI Gelar Rapat RUU TNI di Hotel Mewah, Pengamat Adi Prayitno: Efisiensi Sekadar Jargon

“Bukan berarti kalau nggak boleh difoto, terus otomatis palsu. Logikanya aneh,” ucapnya. Ia menilai tindakan itu lebih pada bentuk kehati-hatian.

Menurutnya, isu ini selalu jadi bahan serangan oleh kelompok yang kecewa pada kebijakan Jokowi. “Ini bukan soal ijazah. Ini soal dendam politik,” katanya.

Adi menutup analisisnya dengan menyebut bahwa kebenaran di negeri ini sering kali bergantung pada posisi politik.

“Yang dukung Jokowi pasti bilang asli. Yang anti-Jokowi bilang palsu. Sederhana sekali polarisasinya,” pungkasnya. (*)

Simak berbagai berita dan artikel pilihan beritajateng.tv dengan bergabung ke saluran kami.

Gabung Channel WhatsApp