“Jadi orang yang sedang merokok itu harus ditempatkan sendiri. Jangan sampai kemudian di tempat umum atau mungkin malah justru di (sekitar) anak-anak kecil. Karena itu pasti akan berisiko terhadap ISPA, pneumonia, bahkan tuberkulosis,” terangnya.
Dia menambahkan, juga mengajak masyarakat mendukung Kota Semarang menjadi green city.
“Maka mari kita sekarang itu mengupayakan green factory. Semarang punya tagline green city, maka semuanya harus mengikuti. Kalau ada pabrik baru, berarti harus ada taman yang lebih gede ‘besar’ yang mesti dibangun. Kalau misalnya ada yang udud ‘merokok’ sembarangan, itu yang harus ada ketegasan melalui Perda (peraturan daerah),” imbuhnya. (*)
Editor: Elly Amaliyah





