SEMARANG, beritajateng.tv – Puluhan mahasiswa pecinta alam (mapala) dari 7 perguruan tinggi di Kota Semarang melakukan aksi simpatik saat peringatan Hari Lingkungan Hidup Sedunia di kawasan Tugu Muda, Kota Semarang, Rabu, 5 Juni 2024 sore.
Puluhan mahasiswa dan sejumlah perwakilan Wahana Lingkungan Hidup Indonesia (WALHI) Jawa Tengah itu membentangkan sejumlah spanduk dan poster di depan ikon wisata Kota Semarang, Lawang Sewu.
Koordinator Aksi, Rizki Ariyadin mengatakan, aksi yang diinisiasi oleh aliansi mapala se-Jawa Tengah ini menyoroti kerusakan lingkungan yang terjadi. Apalagi, mereka adalah mahasiswa yang sering terjun langsung ke alam luas.
“Kita aliansi mapala se-Jawa Tengah sering berkegiatan di alam, kita tahu bagaimana alam, kita sendiri merasakan bagaimana pentingnya itu dan apa yang kita resahkan selama kita berkegiatan,” kata Rizki Ariyadin, Rabu 5 Juni 2024.
BACA JUGA: Waspada! Semarang dan Wilayah Pantura Rentan Badai Petir, BMKG Ungkap Alasannya
Rizki menyebut, aksi kali ini sekaligus kampanye dari isu yang sedang hangat diperbincangkan. Yaitu krisis iklim.
Seperti yang dirasakan masyarakat luas, tak terkecuali di Kota Semarang, cuaca panas semakin hari semakin menjadi-jadi. Hal tersebut membuktikan bahwasanya krisis iklim sangat berdampak ke segala lini masyarakat.
“Krisis iklim sangat berdampak di segala lini masyarakat, misalnya gerah-gerahnya akhir-akhir ini semakin terasa, apalagi di Kota Semarang, jadi kita lingkup kecil berusaha menyuarakan pendapat-pendapat dari hal sederhana,” sambungnya.
Mencintai alam dengan merawatnya
Istimewanya, kegiatan ini merupakan kali pertama mapala se-Kota Semarang menggelar aksi. Tak kurang 7 perguruan tinggi ikut serta dalam aksi simpatik ini.
Selain merayakan Hari Lingkungan Hidup Sedunia, dengan aksi ini, mereka ingin memperkenalkan jika mapala tidak hanya sekedar naik gunung. Lebih dari itu, mapala juga merawat dan mengenal alam dari hati.
“Arti pecinta alam itu kita lebih merawat alam, lebih mengenal alam, karena mapala juga sering berkegiatan di alam, entah di gunung di goa, di tebing, jadi lebih tau bagaimana karakter alam dan yang ada di dalamnya,” tuturnya.
BACA JUGA: Fenomena Semarang Adem di Musim Kemarau, BMKG Ahmad Yani Ungkap Ada Gangguan Atmosfer, Apa Itu?
Rizki pun berharap, pesan dalam aksi kali ini bisa tersampaikan kepada masyarakat luas. Khususnya kepada para calon pemimpin yang akan bertarung dalam Pilkada nantinya. (*)
Editor: Farah Nazila





