SEMARANG, beritajateng.tv – Kemacetan di Jalur Pantai Utara (Pantura) Pati-Rembang akan segera berakhir.
Dinas Pekerjaan Umum Bina Marga dan Cipta Karya (DPUBMCK) Provinsi Jawa Tengah mengungkap perbaikan jalur Pantura Pati-Rembang akan rampung bulan Desember 2023.
Sebelumnya, DPUBMCK Jateng menargetkan perbaikan Pantura Pati-Rembang akan selesai pada 15 Desember 2023. Namun, Kepala DPUBMCK Jateng, AR Hanung Triyono menyebut pembukaan jalur itu dimajukan pada Rabu, 6 Desember 2023.
“(Jalan Pati-Rembang) akan segera dibuka tanggal 6 Desember 2023, jadi maju (dari 15 Desember 2023),” ujar Hanung saat beritajateng.tv konfirmasi melalui WhatsApp, Senin 4 Desember 2023.
Tak hanya jalur Pati-Rembang, berbagai ruas jalur lain di Jawa Tengah juga dalam proses perbaikan.
BACA JUGA: Banjir Genangi Jalur Pantura di Kaligawe Semarang, Berikut Ini Jalan Alternatifnya
“Semua ruas kita perbaiki, kita lakukan pemeliharaan rutin dan juga sebagian-sebagian banyak yang dilaksanakan dengan pemerintah daerah,” bebernya.
Menurutnya, ruas jalur Surakarta-Geyer hingga jalur Pantai Selatan (Pansela) menjadi proyek yang Pemprov Jateng garap dengan pemda terkait.
“Ada Surakarta-Geyer, Purwodadi-Blora, dan Pansela atau Jalur Lintas Selatan (JLS), itu jalur yang luar biasa besar, ada Rp 682 Miliar untuk itu,” terang Hanung.
Target penyelesaian 93 persen
Perihal kemantapan jalan di Jateng, Hanung menyebut bahwa saat ini pihaknya menarget 93 persen selesai. Adapun target itu pihaknya perkirakan bakal rampung di bulan Desember 2023.
“Sebenarnya sebelum musim hujan itu kita punya target 93 persen. Namun bergerak di posisi 88 persen, karena naik turunya di situ. Kita tetap optimis di akhir tahun kita bisa selesai 92-93 persen,” ucap Hanung.
Pihaknya menilai, kendaraan dengan muatan besar atau over dimensi over loading (ODOL) jadi faktor penghambat lain selama perbaikan jalan berlangsung. Sehingga, lanjut Hanung, perlu adanya penindakan ketat oleh instansi terkait perihal itu.
“Ya seharusnya ODOL itu juga tidak boleh masuk jalan, jalan tol saja tidak boleh. Jalan nasional, jalan provinsi juga tidak boleh, apalagi jalan kampung, harus ada penindakan itu,” tegasnya.
Hanung memastikan kondisi jalur jelang liburan Natal dan Tahun Baru di Jawa Tengah aman dan baik-baik saja. Kendati demikian, ia mengaku masih ada PR perbaikan ruas jalan yang harus dilakukan pada 2024 mendatang.
BACA JUGA: Kaligawe – Genuk Tergenang Banjir, Walikota: Dua Rumah Pompa Air Tidak Bekerja Maksimal
Adapun jalur itu yakni Keling (Jepara), Wiradesa, Kajen (Pekalongan), Kalibening (Banjarnegara), dan Morongso-Tuwel-Sirampok.
“Itu yang perlu penanganan yang lebih. Memang sebenarnya kita perlu rehabilitasi yang mayor, namun karena kondisi keuangan ya kita bertahan ajalah pelan-pelan,” tandasnya.(*)
Editor: Farah Nazila





