Jateng

Sidak Pasar Tradisional, Bupati Semarang Temukan Kenaikan Harga Sejumlah Bapokting

×

Sidak Pasar Tradisional, Bupati Semarang Temukan Kenaikan Harga Sejumlah Bapokting

Sebarkan artikel ini
ngesti nugraha // pasar tradisional
Bupati Semarang, Ngesti Nugraha bersama jajaran Forkopimda saat memantau harga bapokting di pasar Babadan, Kecanatan Ungaran Barat, Kabupaten Semarang, Senin, 16 Maret 2026. (dok. Diskominfo)

UNGARAN, beritajateng.tv — Beberapa hari menjelang Idul Fitri 1447 Hijriah/2026, harga sejumlah bahan pokok penting (bapokting) terpantau mengalami kenaikan di pasar tradisional wilayah Kabupaten Semarang.

Hal tersebut terungkap saat Bupati Semarang bersama jajaran Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda) dan organisasi perangkat daerah (OPD) terkait melakukan pemantauan di sejumlah pasar tradisional di Kabupaten Semarang, Senin (16/3/2026).

Bupati Semarang Ngesti Nugraha memastikan bahwa persediaan bapokting menjelang dan saat Lebaran mendatang masih cukup untuk memenuhi kebutuhan masyarakat.

Selain itu, stok LPG 3 kilogram juga dipastikan aman untuk memenuhi kebutuhan selama Lebaran.

“Kita juga berharap harga bapokting, walaupun naik, tidak terlalu tinggi,” tegasnya.

Bupati menyampaikan, hasil pemantauan di Pasar Babadan menunjukkan harga daging sapi mengalami kenaikan sekitar Rp5.000 per kilogram.

BACA JUGA: Kota Semarang Bakal Terguyur Hujan Selama Mudik Lebaran 17-22 Maret: Gunungpati-Mijen Berpotensi Lebat

Sementara itu, komoditas cabai justru cenderung mengalami penurunan harga. Pada awal Ramadan, harga cabai setan sempat mencapai Rp90.000 per kilogram, namun kini turun menjadi sekitar Rp80.000 per kilogram.

Adapun harga cabai merah keriting yang sebelumnya mencapai Rp60.000 per kilogram, kini turun di kisaran Rp40.000 hingga Rp45.000 per kilogram.

“Jika mendekati Lebaran nanti harga cabai kembali naik, kami akan melakukan pengendalian melalui operasi pasar bekerja sama dengan para petani cabai di Kabupaten Semarang,” jelasnya.

Kepala Bidang Pasar Dinas Koperasi, Usaha Mikro, Perindustrian dan Perdagangan Kabupaten Semarang, Joko Prayitno, menambahkan bahwa beberapa komoditas bapokting memang mengalami kenaikan harga.

Hal tersebut juga telah dilaporkan kepada Kementerian Perdagangan.

Berdasarkan hasil pemantauan terhadap 47 subvarian bapokting di Pasar Projo Ambarawa dan Pasar Bandarjo, sebanyak delapan subvarian tercatat mengalami kenaikan harga.

Sementara itu, 38 jenis komoditas lainnya terpantau relatif stabil, dan hanya harga cabai merah keriting yang mengalami penurunan.

Beberapa komoditas yang harganya stabil antara lain beras C4 premium sebesar Rp15.167 per kilogram. Sedangkan beras C4 kualitas medium berada di kisaran Rp13.917 per kilogram.

Harga daging sapi paha belakang naik menjadi Rp144.167 per kilogram. Adapun harga daging ayam ras karkas meningkat dari Rp39.000 menjadi Rp40.000 per kilogram.

“Sementara harga bawang merah naik dari Rp40.000 menjadi Rp40.833 per kilogram,” jelasnya.

Komoditas lain yang mengalami kenaikan adalah telur ayam kampung yang naik menjadi Rp35.200 per kilogram, sedangkan harga telur ayam ras relatif stabil di kisaran Rp30.000 per kilogram.

BACA JUGA: Pegadaian Perluas Pasar Investasi Emas Lewat Program Ramadan Bareng Tring di Yogyakarta

Sementara itu, Hiswana Migas Kabupaten Semarang menyampaikan telah mengajukan tambahan stok LPG guna menghadapi masa libur dan Lebaran 2026.

Koordinator Gas LPG 3 kilogram Birzam Pratama mengatakan pihaknya telah mengajukan penambahan stok sebanyak 350 ribu tabung. Hal itu untuk mengantisipasi lonjakan permintaan masyarakat.

Bersama Diskumperindag, Hiswana Migas juga terus melakukan monitoring untuk memantau wilayah yang berpotensi mengalami kelangkaan LPG 3 kilogram di Kabupaten Semarang.

“Dengan begitu, kami dapat mengajukan tambahan pasokan fakultatif apabila terjadi kelangkaan di tengah masyarakat,” tegasnya. (*)

Editor: Farah Nazila

Simak berbagai berita dan artikel pilihan beritajateng.tv dengan bergabung ke saluran kami.

Gabung Channel WhatsApp