Jateng

Soroti Bapak Kos Konsumsi Daging Kucing Semarang, Disnakkeswan Jateng Singgung Penyakit Menular Ini

×

Soroti Bapak Kos Konsumsi Daging Kucing Semarang, Disnakkeswan Jateng Singgung Penyakit Menular Ini

Sebarkan artikel ini
penitipan hewan Semarang | tips merawat kucing Persia
Ilustrasi kucing ras. (Foto: Freepik)

SEMARANG, beritajateng.tv – Pasca kasus bapak kos memakan daging kucing dengan alasan untuk penyembuhan diabetes atau kencing manis, Dinas Peternakan dan Kesehatan Hewan (Disnakkeswan) Provinsi Jawa Tengah angkat bicara.

Sebelumnya, seorang pemilik indekos di Gunungpati, Kota Semarang kepergok mengonsumsi daging kucing dengan dalih sebagai obat kencing manis.

Aksi makan daging kucing yang pria itu lakukan viral di media sosial. Peristiwa itu terjadi di daerah RT 1/RW 1 Kelurahan Sekaran, Gunungpati. Saat ini, jajaran Polrestabes Semarang sudah mengamankan pria itu.

Menanggapi kasus ini, Kepala Dinas Peternakan dan Kesehatan Hewan Provinsi Jateng, Agus Wariyanto menegaskan, hewan yang aman untuk manusia konsumsi adalah hewan ternak, di antaranya seperti daging sapi, ayam, dan kambing.

BACA JUGA: Bekuk Bapak Kos Pemakan Daging Kucing, Polrestabes Semarang: Hanya Wajib Lapor

Agus menegaskan, kucing tak masuk kategori hewan ternak.

“Kucing itu kan sebenarnya bukan pangan ya. Jadi, pangan itu adalah hewan yang diternakan kemudian dipotong untuk konsumsi kita,” ujar Agus, Jumat 9 Agustus 2024.

Dalam hematnya, memakan daging kucing merupakan tindakan yang tidak lazim. Terlebih, lanjut Agus, belum adanya penelitian mendalam bahwa mengonsumsi daging hewan tersebut bisa menyembuhkan penyakit tertentu, apalagi kencing manis.

“Itu tidak lazim, kucing kok dimakan dagingnya? Kalau sesuai kepercayaan, keyakinan, dan sebagainya, ini kan harus dibuktikan secara ilmiah,” sambung Agus.

Penyakit menular atau zoonoosis

Lebih lanjut, Agus justru khawatir dengan kasus ini, akan ada penyakit yang bisa menular dari hewan kepada manusia. Atau yang ia sebut sebagai zoonoosis.

Agus pun berharap masyarakat bisa mengantisipasi risiko yang kemungkinan terjadi apabila mengonsumsi makanan yang tidak lazim.

“Jangan sampai nanti kita inginnya sehat, tetapi karena mengonsumsi makanan yang tidak lazim itu akhirnya menjadi berpenyakit,” ungkapnya.

Perihal penyakit yang dapat kucing tularkan melalui dagingnya, Agus mengaku belum ada penelitian terkait hal ini.

BACA JUGA: Sudah 10 Tahun Bapak Kos di Gunungpati Konsumsi Kucing, Ini Pengakuan Tetangga