DSEMARANG, beritajateng.tv – Melakukan aktivitas doa ziarah kubur menjadi suatu yang penting. Hal tersebut sesuai dengan tujuan berziarah yakni mendoakan orang yang meninggal dunia.
Ada banyak pilihan bacaan atau doa ziarah kubur. Mulai dari ucapan salam kepada ahli kubur, Al-Fatihah dan Yasin, tahlil, hingga memohonkan ampunan.
Melakukan doa ziarah kubur atau membersihkan makam menjadi salah satu anjuran dalam agama Islam. Hal tersebut memiliki banyak fadilah, seperti mengingatkan peziarah tentang kematian. Dengan demikian, kualitas ketakwaan kepada Allah swt semakin membaik.
Salah satu dasar anjuran ziarah kubur ini yakni sabda Rasulullah berikut:
كُنْتُ نَهَيْتُكُمْ عَنْ زِيَارَةِ الْقُبُورِ أَلَا فَزُورُوهَا، فَإِنَّهُ يُرِقُّ الْقَلْبَ، وَتُدْمِعُ الْعَيْنَ، وَتُذَكِّرُ الْآخِرَةَ، وَلَا تَقُولُوا هُجْرً
Artinya:
“Dahulu saya melarang kalian berziarah kubur, tapi (sekarang) berziarahlah kalian, sesungguhnya ziarah kubur dapat melunakkan hati, menitikkan (air) mata, mengingatkan pada akhirat, dan janganlah kalian berkata buruk (pada saat ziarah).” (HR. Hakim).
Imam Nawawi dalam kitabnya al-Adzkar menganjurkan doa ziarah kubur memulai dengan mengucap salam kepada ahli kubur. Kemudian memperbanyak bacaan Al-Qur’an, dzikir, serta mendoakan ahli kubur.
Rasulullah memberikan contoh kepada kita saat ziarah kubur untuk mengucapkan salam:
السَّلامُ عَلَيْكُمْ دَارَ قَوْمٍ مُؤْمِنينَ وَأتاكُمْ ما تُوعَدُونَ غَداً مُؤَجَّلُونَ وَإنَّا إنْ شاءَ اللَّهُ بِكُمْ لاحقُونَ
Assalâmu‘alaikum dâra qaumin mu’minîn wa atâkum mâ tû‘adûn ghadan mu’ajjalûn, wa innâ insyâ-Allâhu bikum lâhiqûnlâhiqû
Artinya:
“Assalamu’alaikum, hai tempat bersemayam kaum mukmin. Telah datang kepada kalian janji Tuhan yang sempat ditangguhkan besok, dan kami insyaallah akan menyusul kalian.”
Doa Ziarah Kubur: Khushushon Orang Saleh
Saat menziarahi makam wali atau orang saleh, para ulama biasanya melafalkan shalawat ‘Salamullâh Yâ Sâdah’
بِسْمِ اللهِ الرَّحْمٰنِ الرَّحِيْمِ





