Jateng

Tak Terbukti Impaksi Gigi Maupun Skoliosis, Fabian Tolak Jadi Paskibraka Provinsi, Ini Alasannya

×

Tak Terbukti Impaksi Gigi Maupun Skoliosis, Fabian Tolak Jadi Paskibraka Provinsi, Ini Alasannya

Sebarkan artikel ini
Fabian Paskibra
Dewi Yuniarti dan sang anak, Muhammad Fabian Alvaro, calon paskibraka nasional yang dianulir, saat ditemui di kediamannya, Minggu, 23 Juli 2023. (Yovita/beritajateng.tv)

SEMARANG, beritajateng.tv – Ibunda Muhammad Fabian Alvaro, Dewi Yunarti tak pernah menyerah memperjuangkan keadilan untuk anaknnya yang gagal bertugas sebagai Paskibra Nasional mewakili Provinsi Jawa Tengah pada 17 Agustus mendatang.

Kepada beritajateng.tv, Dewi menuturkan bahwa ia dan sang buah hati telah melakukan pemeriksaan medis di 2 rumah sakit, yakni RS Bhayangkaran dan SMC RS Telogorejo. Hal ini ia lakukan untuk membuktikan tuduhan Badan Pembinaan Ideologi Pancasila (BPIP) yang tidak berdasar.

“Tanggal 26 Juli kemarin kami lakukan pemeriksaan kesehatan di RS Bhayangkaran dan RS Telogorejo. Alhamdullilah hasilnya anak saya memang tidak ada impaksi dan skoliosis. Apa yang diklaim dari pihak pusat tidak terbukti,” ucap Dewi saat dihubungi beritajateng.tv, Jumat, 28 Juli 2023.

Bahkan, Dewi menyatakan siap untuk melakukan pemeriksaan kesehatan di rumah sakit manapun. Ia gigih membuktikan bahwa tuduhan yang mengklaim Fabian mengalami impaksi gigi dan skoliosis tidak benar adanya.

“Kami rela anak kami dites di RS manapun, kapanpun. Dengan syarat penggantinya Fabian harus dites di RS yang sama dan waktu yang bersamaan. Jadi kami tidak takut karena saya merasa anak saya tidak apa-apa, tidak impaksi, tidak skoliosis,” tegas Dewi.

BACA JUGA: Kecewa Anaknya Mendadak Teranulir, Ini Kata Orang Tua Calon Paskibraka Nasional dari Semarang

Fabian tolak tawaran jadi Paskibra di tingkat provinsi

Alih-alih menerima bertugas sebegai Paskibra di tingkat Provinsi, baik Fabian maupun sang bunda menolak dengan tegas tawaran tersebut. Bukan tanpa alasan, bagi Dewi, menerima tawaran itu sama saja dengan membenarkan tuduhan BPIP atas kondisi Fabian.

“Anak saya mengundurkan diri, karena pertimbangannya pertama, kalau menerima putusan tersebut berarti kan sama saja kalau pihak BPIP membenarkan mereka, sedangkan anak saya kan tidak terbukti adanya impaksi dan skoliosis,” tutur Dewi.

Tak hanya itu, alasan kedua menurut Dewi yakni Fabian tak ingin rekannya mundur dengan posisi yang akan Fabian isi jika menerima tawaran itu.

“Dia merasa tidak tega kalau misalnya harus lanjut di provinsi. Berarti temannya yang pasangan dari kota itu kan harus mundur. Jadi ya intinya dia mengundurkan diri saja,” imbuhnya.

Tak pernah mendapat respons, Dewi menyebut ia pernah melapor ke pihak Provinsi. Namun nahas, respons yang ia peroleh selalu sama. Dirinya mengaku tak rela, tetapi Dewi dan keluarganya mengaku ikhlas karena tidak tahu harus berbuat apa lagi.

“Kami memutuskan ya sudahlah. Memang bukan rezeki, tapi kalau memang boleh berharap, semoga ada keadilan buat anak kami, bahwa anak kami bebas dari tuduhan mereka. Tidak ada impaksi, tidak ada skoliosis. Kami tidak tahu harus bagaimana, karena yang bisa kami perbuat sampai saat ini ya itu saja,” bebernya.

Dewi tentu tak rela anaknya mendapat perlakuan demikian. Disinggung apakah akan melanjutkan kasus ini, ia mengklaim hasilnya akan sama saja.

“Kalau dibilang merelakan tidak ada yang rela ya kita diperlakukan seperti ini. Terlebih anak saya tidak terbukti ada impaksi dan skoliosis. Hanya kalau kita mau menuntut lebih lanjut percuma. Sekarang saja tidak ada respons dari BPIP untuk membenarkan maupun menyalahkan tuntutan dari kami atau klaim dari kami. Sampai sekarang tidak ada tanggapan. Percuma kalau menurut saya,” tegasnya.

BACA JUGA: Heboh Fabian Calon Paskibra Nasional Tiba-Tiba Teranulir, Pemprov Jateng Berencana Kunjungi Keluarga Fabian

Fabian dapat dukungan penuh dari sekolah dan teman terdekat

Teranulirnya Fabian sebagai calon Paskibra Nasional menjelang detik-detik keberangkatan bisa menjadi momen traumatis baginya. Oleh sebab itu, Fabian perlu mendapat dukungan penuh dari lingkungan terdekatnya.

Sebagai orang tua, Dewi tak bisa sepenuhnya menyatakan sang buah hati telah menerima sepenuhnya. Namun, Fabian kini sudah kembali bersekolah dan bercengkerama dengan teman-temannya.

“Hidup kan harus berjalan. Anak saya tidak mungkin berdiam diri terus, jadi sekarang anak saya ya fokus sekolah, karena tujuan akhir kan bukan untuk paskib ya, masih panjang perjalanan dia,” terang Dewi.

Terlebih, pihak SMA Al Azhar 14 Semarang selalu mendukung Fabian. Dukungan ini bagi Dewi sangat penting bagi anaknya untuk dapat menerima dan berdamai dengan ketidakadilan yang ia peroleh.

“Alhamdullilah kalau dari pihak sekolah, yayasan, teman-teman sangat mendukung. Itu support yang luar biasa. Mereka juga memberikan pendampingan, karena lingkungan yang mendukung, anak saya jadi tidak terbebani,” pungkasnya. (*)

Editor: Mu’ammar Rahma Qadafi

Simak berbagai berita dan artikel pilihan beritajateng.tv dengan bergabung ke saluran kami.

Gabung Channel WhatsApp