“Rombongan di ajak melihat command center, di jelaskan tentang inovasi Polrestabes dalam rangka menjaga kondusifitas Kamtibmas di kota Semarang. Ada kentongan Kenita, Panic Bottum dan Aplikasi Libas,” terangnya.
Kapolres Sijunjung bahkan mengaku tertarik dengan aplikasi Libas dan penerapan CCTV di setiap RT. Kota Semarang juga di nilai sebagai kota besar paling toleran di Indonesia.
“Kita masuk lima besar rangking nasional sebagai kota toleran. Karena kerukunan antar umat beragama menjadi hal yang fundamental dalam pembangunan. Beliau ingin belajar kiat-kiatnya,” tambahnya. (*)
Editor: Elly Amaliyah





