Nasional

Update Israel-Hamas, Peluncuran Serangan Paling Brutal ke Gaza

×

Update Israel-Hamas, Peluncuran Serangan Paling Brutal ke Gaza

Sebarkan artikel ini
pembebasan dua sandera israel
Pembebasan dua sandera Israel oleh Hamas. (foto: X/censoredmen)

SEMARANG, beritajateng.tv – Sejak serangan Hamas pada 7 Oktober silam, Israel masih tidak ada henti-hetinya meluncurkan serangan ke arah Jalur Gaza.

Konflik regional antara Israel dan Hamas ini juga mendapatkan atensi publik se-dunia. Kali ini, Israel memberikan serangan paling brutal ke Gaza.

Baru-baru ini, Israel melakukan pengeboman paling mematikan selama satu malam. Serangan ini pun termasuk paling mematikan selama melawan kelompok Hamas itu.

BACA JUGA: Serang Israel Hingga Tewaskan Ratusan Orang, Ini Sejarah Hamas dan Asal-usulnya

Sebagaimana kita ketahui, sebelumnya Gaza mengalami krisis kemanusiaan seperti kebutuhan hidup. Belum lagi dengan pengeboman rumah sakit yang terjadi beberapa waktu lalu.

Dari laporannya, pada Minggu 22 Oktober 2023, Kementrian kesehatan yang Hamas kelola menyampaikan bahwa sebanyak 70 orang Gaza tewas. Selain itu sejak 24 jam terakhir, 400 warga Palestina tewas.

Pembebasan dua sandera Israel dari Hamas

Melansir dari The Guardian, seluruh blok perumahan di Jalur Gaza telah teratakan, termasuk wilayah di mana warga Palestina telah IDF, pasukan pertahanan Israel beritahu untuk mencari perlindungan.

BACA JUGA: Fakta-fakta Taktik Hamas yang Keluarkan Kekuatan Lebih Canggih dari Israel

Pada Senin malam, Hamas mengumumkan bahwa mereka telah membebaskan dua wanita sandera negara Yahudi itu yang sudah lanjut usia. Nama mereka adalah Yokheved Lifshitz dan Nurit Yitzhak, yang juga dikenal dengan nama Nurit Cooper – untuk alasan kemanusiaan sebagai tanggapan atas mediasi yang dilakukan oleh Qatar dan Mesir.

Namun, sebelum pembebasan itu, petaka termulai. Israel melangsungkan serangan brutal. 

Serangan mematikan itu berdampak ke Jalur Gaza, di mana sekitar setengah dari perumahan di wilayah tersebut, dan sebagian besar wilayah pesisir, kini tertutup debu puing berwarna abu-abu.

Di sisi lain, Presiden AS Joe Biden menyatakan bahwa pembicaraan mengenai gencatan senjata di Gaza hanya bisa terjadi jika Hamas membebaskan semua sandera yang diambil dari Israel selama serangan tanggal 7 Oktober.