Viral

Viral Warga Kritik Menu PMT Posyandu di Semarang Kurang Bergizi untuk Balita, Ini Isi Makanannya

×

Viral Warga Kritik Menu PMT Posyandu di Semarang Kurang Bergizi untuk Balita, Ini Isi Makanannya

Sebarkan artikel ini
PMT Semarang | Video viral warga mengkritik makanan tambahan dari Posyandu yang ada di Semarang. (Instagram/@infokejadian_genuk)
Video viral warga mengkritik makanan tambahan dari Posyandu yang ada di Semarang. (Instagram/@infokejadian_genuk)

SEMARANG, beritajateng.tv – Seorang warga Kelurahan Genuksari, Kecamatan Genuk, Kota Semarang, memprotes menu Pemberian Makanan Tambahan (PMT) yang ia terima saat membawa anaknya ke Posyandu.

Video kritikannya menjadi viral di media sosial karena menu tersebut dianggap kurang bergizi untuk bayi di bawah lima tahun.

Ika Purnama Sari, ibu dari balita 11 bulan, mengunggah video itu setelah menerima PMT berupa pisang, puding, serta makanan ringan seperti wafer stik cokelat, dan biskuit.

BACA JUGA: Viral Warga Semarang Kena Bentak Ketua RT usai Kritik Makanan Tambahan Balita dari Posyandu

Ia mengaku sudah beberapa kali mendapatkan menu serupa yang ia nilai tidak sesuai kebutuhan gizi anak.

Protes tersebut mendapat tanggapan kurang menyenangkan dari beberapa pihak, termasuk Ketua RT, Ketua RW, dan Ketua Posyandu. Mereka bahkan mendatangi rumah Ika pada malam hari setelah video itu tersiar dan membentaknya.

Tanggapan Lurah Genuksari dan Wali Kota Semarang

Lurah Genuksari, Yatno, bersama Kepala Puskesmas kemudian datang menemui Ika untuk meminta maaf. Ia berkomitmen akan mengevaluasi menu PMT agar lebih bergizi dan melibatkan tenaga ahli dari Puskesmas.

Yatno juga mengingatkan perangkat RT dan RW agar lebih santun dalam melayani masyarakat.

“Saya sudah menyarankan agar Ketua RT meminta maaf secara langsung. Selain itu, kami akan menekankan pentingnya pelayanan yang manusiawi saat rapat koordinasi RT RW,” ujar Yatno.

Menanggapi insiden tersebut, Wali Kota Semarang Hevearita Gunaryanti Rahayu menyatakan bahwa Pemkot akan mengevaluasi sistem distribusi PMT.

BACA JUGA: Intip Menu PMT di Rumah Pelita Semarang, Kunci Atasi Stunting dengan Protein

Ia juga meminta jajarannya, termasuk Dinas Kesehatan dan perangkat daerah lainnya, untuk turun langsung ke lapangan.

“Kami tidak ingin kasus seperti ini terulang. Menu PMT akan kami rancang lebih bergizi, sesuai kebutuhan kalori setiap bayi,” jelas Mbak Ita, sapaan akrabnya.

Ia juga mendorong edukasi kepada masyarakat mengenai pentingnya pemenuhan gizi balita melalui kader Posyandu dan Puskesmas.