SEMARANG, beritajateng.tv – Bulan Ramadan mulai memasuki hari-hari terakhir. Setelah sebelumnya muncul tren “war takjil”, menjelang Lebaran muncul “war pakaian”.
Di Kota Semarang sendiri, bazar fesyen Lokaria Market kembali hadir untuk kedua kalinya di Auditorium Imam Barjo, Universitas Diponegoro (Undip). Kali ini, mereka menghadirkan puluhan tenant fesyen bekas atau thrift untuk menyambut datangnya Lebaran.
Art Director Lokaria Market, Ropig, menjelaskan, tak hanya tenant pakaian, namun tenant FnB dan berbagai UMKM lifestyle juga turut meramaikan Lokaria Market Vol II ini.
Selain itu, Lokaria Market yang berlangsung hingga Minggu, 7 April mendatang juga menghadirkan kompetisi cosplay dan penampilan musik sebagai hiburan.
“Ada 60 stand fesyen, 6 stand UMKM, dan 15 stand FnB, baik dari sekitar Semarang maupun luar kota, seperti Jakarta, Bandung, bahkan Jawa Timur,” katanya kepada beritajateng.tv, kemarin.
BACA JUGA: Fesyen Lebaran 2024, Gamis dan Atasan Long Dress Masih Ada Peminat, Warna Biru Prabowo Jadi Tren
Berbeda dengan tahun sebelumnya yang terlaksana di bulan September, Lokaria Market tahun ini sengaja digelar di akhir bulan Ramadan dan menjelang Lebaran. Alasannya, kata Ropig, kultur masyarakat Indonesia saat bulan Ramadan identik dengan berbelanja.
Berbelanjanya pun macam-macam. Mulai dari pakaian, makanan, perabotan rumah tangga, hingga perhiasan. Oleh karenanya, Lokaria Market hadir untuk menyemarakkan kultur berbelanja saat bulan Ramadan tersebut.
Namun demikian, tenant fesyen yang ada juga beragam dan tidak terbatas pada pakaian muslim. Semua jenis fesyen, mulai dari crop top, kemeja, jaket kulit, hingga celana ripped jeans juga ada di sini.
“Hingga hari ketiga antusiasnya luar biasa, tenant fesyen Alhamudlilah ramai. Kita market-nya sebagian besar anak muda, anak kuliah, anak SMA, semua kalangan,” sambungnya.
Lokaria Market targetkan 5 ribu pengunjung tiap harinya
Ropig menambahkan, pihaknya menargetkan jumlah pengunjung mencapai 5 ribu orang per harinya. Namun, karena terkendala cuaca, angka tersebut masih belum tercapai hingga hari ketiga.
Meski begitu, hal tersebut tidak mengurangi antusias masyarakat dalam mengunjungi Lokaria Market.
“Saat ini kita perhari ada 1.500 sampai 2 ribu orang per hari, itu terkendala cuaca. Nanti semoga ke depannya bisa mencapai 5 ribu tiap harinya,” harapnya.
BACA JUGA: Pancarkan Nuansa Manis, Ini 5 Tren Warna Baju Lebaran 2024
Sementara itu, Nina Madina, karyawan Laksita Gurl, mengatakan bahwa kali ini ialah pertama kali tokonya mengikuti Lokaria Market. Sebelumnya, mereka hanya mengandalkan live di media sosial lantaran belum memiliki toko offline.
Ia menyebut, pengunjung biasanya mulai ramai selepas waktu Magrib atau sekitar pukul 19.00 WIB. Usianya pun beragam, mulai dari anak kecil hingga orang tua.
“Ada yang memang nyari baju lebaran, ada juga yang karena emang suka thrifting. Paling laku baju rajut, harganya mulai dari Rp45 ribu sampai Rp180 ribuan,” katanya. (*)
Editor: Mu’ammar R. Qadafi





