TEGAL, beritajateng.tv – Amarah pendukung Laskar Ki Gede Sebayu meledak saat wasit menetapkan sebuah gol dianulir pada menit akhir. Keputusan tersebut menghanguskan peluang emas Persekat Tegal untuk menyamakan kedudukan melawan Adhyaksa FC.
BACA JUGA: Head-to-Head Persekat Tegal vs Garudayaksa FC, Tim Papan Bawah Kontra Pemuncak Klasemen
Kronologi Kemelut Depan Gawang
Awalnya, pertandingan berjalan sangat sengit dengan intensitas serangan yang sangat tinggi. Selain itu, kedua tim terus berupaya mencetak angka demi mengamankan poin penuh. Drama besar muncul saat kemelut terjadi pada area kotak penalti Adhyaksa FC.
Penjaga gawang lawan sebenarnya melakukan kesalahan fatal saat hendak menangkap bola. Namun, wasit justru menganggap pemain Persekat melakukan pelanggaran terhadap kiper tersebut. Padahal, pemain tuan rumah hanya menyambar bola liar hasil tangkapan kiper yang terlepas.
“Kami melihat kiper lawan gagal menangkap bola dengan sempurna,” ujar Manajer Persekat saat sesi wawancara. Beliau menegaskan bahwa penyerang timnya tidak menyentuh kiper sedikit pun.
Namun, peluit wasit justru menghentikan selebrasi pemain karena alasan yang sangat tidak masuk akal.
Alasan Wasit Membuat Gol Dianulir Secara Sepihak
Sebaliknya, keputusan sang pengadil memicu protes luar biasa dari seluruh elemen tim. Wasit berdalih bahwa pemain Persekat sengaja menabrak penjaga gawang Adhyaksa FC. Padahal, tayangan ulang menunjukkan kiper lawan terjatuh karena kehilangan keseimbangan sendiri.
“Kami merasa wasit bertindak sangat tidak adil,” ungkap salah satu pemain senior Persekat. Selanjutnya, ia merasa momen gol dianulir tersebut telah menghancurkan kerja keras tim selama laga. Bahkan, kejadian ini membuat mental para pemain jatuh karena merasa wasit memihak lawan.
BACA JUGA: Berjaya di Kandang, Persekat Tegal Tundukkan PSMS Medan 2 Gol Tanpa Balas
Kericuhan Setelah Peluit Panjang
Suasana stadion menjadi sangat mencekam sesaat setelah wasit mengakhiri jalannya pertandingan. Kemudian, massa yang marah mulai merangsek masuk menuju area lapangan guna mengejar wasit. Akhirnya, sang pengadil harus berlari kencang menuju ruang ganti supaya terhindar dari amukan suporter. (*)





