Jateng

Waspada Fenomena Supermoon dan Pasang Air Laut di Wilayah Pantura Jelang Idul Fitri

×

Waspada Fenomena Supermoon dan Pasang Air Laut di Wilayah Pantura Jelang Idul Fitri

Sebarkan artikel ini
Waspada Fenomena Supermoon dan Pasang Air Laut di Wilayah Pantura Jelang Idul Fitri
Petugas kepolisian Tengah mengatur lalu lintas di Jalan Kaligawe Raya yang tengah dilanda banjir rob. (Ellya/beritajateng.tv)

SEMARANG, beritajateng.tv – Masyarakat Kota Semarang khususnya yang berada di wilayah pesisir pantai utara (Pantura) diimbau waspada dengan adanya pasang air laut yang berpotensi menyebabkan banjir pesisir atau rob.

Peringatan kewaspadaan ini berlaku mulai Minggu, 7 April 2024 pukul 16.00 – 20.00 WIB.

Koordinator Observasi dan Informasi BMKG, Ganis Erutjahjo mengungkapkan bahwa banjir rob ini dapat berdampak pada terganggunya transportasi di sekitar pelabuhan dan pesisir. Serta aktifitas petani garam serta bongkar muat di pelabuhan.

“Kami juga mengimbau masyarakat selalu waspada dan siaga adanya pasang air laut. Dengan selalu memperhatikan update informasi BMKG guna mengantisipasi dampak dari banjir rob ini,” ungkap Ganis.

BACA JUGA: Banjir di Kaligawe Akibat Rob, Pemkot Semarang Optimalkan Fungsi Pompa

Informasi senada juga Kepala BMKG, Dwikorita Karnawati sampaikan. Dia menginformasikan adanya fenomena supermoon atau purnama sempurna pada 9 April 2024 atau sehari jelang Idul Fitri.

Lebih lanjut, Dwikorita menjelaskan fenomena ini berpotensi menyebabkan pasang maksimum. Mengingat posisi bulan terdekat dengan bumi sehingga memiliki daya gravitasi terkuat pula.

Kewaspadaan akan air pasang tak hanya berlaku bagi wilayah Kota Semarang saja, melainkan juga pada berbagai wilayah pesisir Indonesia.

Dwikorita mengatakan, di Tanjung Priok, peluang pasang maksimum pada 10 April 2024 dengan ketinggian maksimum mencapai 1 meter.

“Di sini kita lihat di Tanjung Priok, perlu waspada akan peluang pasang maksimum pada 10 April. Dengan nilai pasang maksimum 1 meter,” imbuh Dwikorita.

Sementara, di Banyuwangi pada tanggal yang sama, ketinggian maksimal diprediksi mencapai 2,56 meter. Di pesisir Cilegon ketinggian mencapai 1,04 meter dan Tanjung Perak mencapai 2,55 meter.

Fenomena supermoon juga prediksinya menjadikan langit malam akan lebih terang dari biasanya.

Hal ini lantaran lintasan bulan mengelilingi bumi tidak bulat sempurna. Namun cenderung elips atau lonjong dan bisa masyarakat saksikan di seluruh wilayah Indonesia. (*)

Editor: Elly Amaliyah

Simak berbagai berita dan artikel pilihan beritajateng.tv dengan bergabung ke saluran kami.

Gabung Channel WhatsApp