Jateng

Zulhas Ultimatum SPPG MBG: Tak Serap Pangan Desa 4 Kali, Tutup!

×

Zulhas Ultimatum SPPG MBG: Tak Serap Pangan Desa 4 Kali, Tutup!

Sebarkan artikel ini
zulhas
Menteri Koordinator Bidang Pangan Zulkifli Hasan, mengunjungi peternakan lek bioflok di Desa Kamolan, Kec.Blora, Kab.Blora. (

Menurut Zulhas, selama ini pertumbuhan ekonomi nasional masih terkonsentrasi di kota-kota besar. Melalui Program MBG, pemerintah ingin menciptakan pusat pertumbuhan ekonomi baru di desa.

“Tidak mungkin Indonesia maju kalau yang maju hanya Jakarta. Harus ada pusat pertumbuhan ekonomi di desa-desa. Karena itu terbentuk Koperasi Desa Merah Putih, Koperasi Nelayan Merah Putih, dan usaha-usaha desa lainnya agar rakyat ikut menikmati pembangunan,” jelasnya.

Dalam kesempatan itu, Zulhas bersama Menteri Kelautan dan Perikanan serta Menteri Desa melakukan penebaran benih lele dan panen lima kolam bioflok di KDMP Kamolan.

Lele hasil budidaya tersebut dipasarkan untuk memenuhi kebutuhan empat SPPG dengan harga Rp25 ribu per kilogram dalam kondisi bersih. Setiap pemesanan mencapai 150 hingga 300 kilogram.

Menurut Zulhas, pola tersebut menjadi contoh penerapan *close loop economy*. Yakni hasil produksi masyarakat desa langsung terserap oleh Program MBG sehingga perputaran uang tetap berada di desa.

“Lele dari desa masuk ke SPPG. Nanti telur dari desa, ayam dari desa, sayuran dari desa, beras dari desa. Uangnya berputar di desa. Itulah yang kita bangun,” ujarnya.

Ia memperkirakan kebutuhan bahan pangan untuk Program MBG akan terus meningkat seiring bertambahnya jumlah SPPG. Karena itu, desa-desa terdorong meningkatkan kapasitas produksi agar mampu menjadi pemasok utama kebutuhan program tersebut.

BACA JUGA: Zulhas Blak-blakan Usul Sudaryono Pimpin BGN: Masih Muda, Target Bereskan Masalah MBG Dua Bulan

Sementara itu, Bupati Blora Arief Rohman menyambut baik kebijakan pemerintah pusat yang menjadikan desa sebagai bagian utama rantai pasok Program MBG.

“Kamolan menjadi contoh bagaimana program ketahanan pangan bisa langsung terkoneksi dengan kebutuhan Makan Bergizi Gratis. Yang tumbuh bukan hanya produksi ikannya, tetapi juga ekonomi masyarakat desanya,” kata Arief.