SEMARANG, beritajateng.tv – Sepanjang tahun 2023, BNN Provinsi Jawa Tengah mengungkap sebanyak 310 orang di Jateng telah menjalani rehabilitasi akibat penggunaan narkotika.
Selama menjalankan proses rehabilitasi, Kepala BNN Jateng, Agus Rohmat, menyebut pihaknya melakukan terobosan baru dengan membentuk Intervensi Berbasis Masyarakat (IBM) untuk mengatasi kesenjangan layanan rehabilitasi di berbagai daerah.
“20 unit IBM sudah dibentuk di berbagai daerah se-Jawa Tengah dengan petugas agen pemulihan sebanyak 115 orang. Dari IBM tersebut, 96 orang telah direhabilitasi,” ujar Agus, Rabu, 27 Desember 2023.
Upaya rehabilitasi tersebut, ujar Agus, pihaknya lakukan bersama dengan BNN kabupaten/kota. Ia pun turut menggandeng RSUD dan RSJ yang tersedia di daerah terkait.
“Upaya rehabilitasi, baik medis dan sosial, serta kerja sama dengan RSUD dan RSJ melakukan rawat jalan dan rawat inap. Termasuk rehabilitasi di bawah Kemensos. Seperti di Banyuraden, ada rawat inap untuk narkotika itu bisa nampung 20 pasien,” sambungnya.
BNN Provinsi Jateng terus gencarkan masyarakat untuk membawa seorang pecandu narkoba agar bisa menjalankan rehabilitasi secara gratis.
“Bagi keluarga atau tetangganya yang memang jadi pecandu atau pemakai narkotika, silakan bisa dateng ke Kantor BNN untuk kita beri bantuan pengobatan berupa rehabilitasi gratis. Kami terus berupaya untuk itu,” terangnya.
Selain soal rehabilitasi, ganja jadi jenis narkotika terbanyak yang BNN Jateng amankan selama 2023
Selain berhasil melakukan rehabilitasi kepada 310 orang di Jateng, selama tahun 2023, sebanyak 25 tindak pidana narkotika berhasil BNN Provinsi Jateng ungkap. Agus menuturkan, jumlah tersangka yang berhasil pihaknya amankan sebanyak 28 orang.
“Di tahun 2023 ini BNN Jateng menyita barang bukti narkotika sabu sebanyak 1,183 kilogram, ganja 4,224 kilogram, ekstasi 6,13 gram, dan tembakau gorila 5,61 gram,” bebernya.





