Jateng

Anggota DPD RI Usul Jateng Bagian Selatan Daerah Khusus Penyangga Pangan Nasional: Sebut Ini Jasela

×

Anggota DPD RI Usul Jateng Bagian Selatan Daerah Khusus Penyangga Pangan Nasional: Sebut Ini Jasela

Sebarkan artikel ini
Jawa Tengah Selatan | Provinsi Pemekaran | kota tersepi Jawa Tengah
Cuplikan peta provinsi Jawa Tengah. (Foto: jatengprov.go.id)

SEMARANG, beritajateng.tv – Anggota DPD RI Abdul Kholik mengajukan gagasan strategis terkait pengembangan kawasan selatan Jawa Tengah sebagai daerah khusus penyangga pangan nasional.

Wilayah itu ia nilai punya potensi besar dari sektor pertanian hingga kelautan. Kholik menyampaikan usulan tersebut saat diskusi publik di Purwokerto, Sabtu, 3 Mei 2025.

“Khusus untuk selatan ini, saya menyebutnya adalah Jasela, Jateng Selatan atau Jawa Selatan, ini membutuhkan skema khusus untuk dikembangkan. Idealnya memang harus menjadi provinsi, tapi jalurnya adalah dengan jalur menjadi daerah khusus penyangga pangan nasional,” tuturnya.

Ia menilai wilayah Jasela atau Jawa Selatan yang mencakup Banjarnegara, Purbalingga, Banyumas, Cilacap, Kebumen, Purworejo, dan Wonosobo, layak dikembangkan lebih serius.

BACA JUGA: Usulan Pemekaran Brebes-Banyumas Mandek: Proses di Pemprov Jateng Dulu Baru Pusat

Menurutnya, potensi daerah itu belum tergarap maksimal, padahal sangat menjanjikan untuk mendukung ketahanan pangan nasional.

Cilacap misalnya, selain punya garis pantai terpanjang di Jawa Tengah, daerah ini juga dikenal sebagai lumbung padi. Di sisi lain, hasil laut Cilacap melimpah.

Wilayah itu juga punya pelabuhan besar, Tanjung Intan, dan dua bandara penting, yaitu Bandara Jenderal Besar Soedirman dan Tunggul Wulung.

Di Banjarnegara dan Wonosobo, pertanian hortikultura mendominasi. Kentang dan cabai dari kawasan ini telah memasok banyak daerah. Potensi ini menurut Kholik perlu sinergi antardaerah agar lebih optimal.

Jawa Tengah bagian selatan dengan skema daerah khusus

Kholik menyebut pendekatan kawasan melalui skema daerah khusus bisa jadi solusi terbaik. Ia mengungkapkan bahwa Mendagri Tito Karnavian membuka peluang pembentukan wilayah khusus tanpa perlu menunggu moratorium dicabut.

“Jasela butuh afirmasi dari pusat, dukungan dari provinsi, dan komitmen dari kepala daerah. Jika semua sepakat, Jasela bisa mendorong ekspor pangan dari wilayah selatan Jateng,” tegasnya.

BACA JUGA: Banyak Ketimpangan Daerah, Senator Abdul Kholik Kritik RPJMD Jateng Tak Bahas Pemekaran Wilayah

Langkah ini, lanjut Kholik, mampu mempercepat penurunan angka kemiskinan dan memperkuat ekonomi regional. Ia yakin kolaborasi semua pihak mampu mewujudkan cita-cita tersebut.

“Ini langkah strategis. Pemerintah perlu segera tangkap peluang ini agar Jasela berkembang dan berkontribusi nyata bagi ketahanan pangan nasional,” ujarnya optimistis. (*)

Simak berbagai berita dan artikel pilihan beritajateng.tv dengan bergabung ke saluran kami.

Gabung Channel WhatsApp