Gaya Hidup

Awas Bodong! Ini Tips Beli Rumah dari Developer Berpengalaman

×

Awas Bodong! Ini Tips Beli Rumah dari Developer Berpengalaman

Sebarkan artikel ini
Rumah Subsidi Jawa Tengah | Iuran Tapera
Ilustrasi perumahan. (Foto: Kementerian PUPR)

SEMARANG, beritajateng.tv – Kebutuhan akan kepemilikan rumah semakin meningkat. Developer atau pengembang properti pun semakin berlomba-lomba dalam memberikan penawaran terbaik kepada calon konsumen.

Namun sayangnya, beberapa oknum developer bodong seringkali memanfaatkan situasi tersebut. Tak terkecuali di Kota Semarang.

Tahun lalu, enam warga perumahan Griya Nanas Asri, Kecamatan Semarang Selatan terancam kehilangan rumah karena ulah developer. Selain itu, ada juga puluhan orang menjadi korban investasi properti bodong di Pedurungan.

Menanggapi hal tersebut, Kepala Badan Sertifikasi Dewan Pengurus Pusat Real Estate Indonesia (DPP REI) Djoko Slamet Oetomo mengungkapkan, beberapa kasus memang sering terjadi di pengembang perumahan. Antara lain gagal dalam pembangunan rumah, sertifikat hingga pembayaran pajak.

BACA JUGA: Developer Perumahan di Semarang Makin Menjamur, Ini Langkah Mereka Jaga Mutu dan Kualitas

Tips membeli rumah

Djoko memberikan sejumlah tips dalam membeli tempat hunian. Tips pertama dan yang paling utama adalah perizinan.

“Tips pertama, lihat perizinannya, lengkap apa belum, kemudian bagaimana kondisi dari target pembangunannya, berapa lama, bagaimana mereka memiliki akses dengan pembiayaan,” katanya saat beritajateng.tv temui di Graha Sarana REI Jateng, Rabu, 19 Juni 2024.

Menurut Djoko, penting untuk melihat perizinan sebuah perumahan. Bukan hanya soal izin pembangunan perumahannya saja. Melainkan izin lokasinya dan keabsahan kepemilikan tanah.

Selain itu, secara teknis, beberapa aspek juga harus diperhatikan. Misalnya lokasi, transportasi, hingga lingkungan.

Djoko mengingatkan, jangan sampai memilih perumahan yang berada di lokasi yang antah berantah. Artinya, berada di tengah pemukiman padat penduduk.

“Bayangkan kalau kita mau masuk rumah di tengah permukiman yang sempit, kalau lewat aja deg-degan,” ucapnya.

Pertimbangkan kelengkapan infrastruktur sarana dan prasarana rumah impian

Dalam membeli tempat hunian, Djoko menghimbau masyarakat untuk lebih memperhatikan kelengkapan sarana dan prasarana. Meski di sisi lain, Djoko mengakui jika perumahan yang semakin masif dewasa ini menyebabkan skala pembangunan menjadi lebih kecil.

Artinya, pengembang lebih sering membuat perumahan dalam cluster-cluster kecil. Hal itu menyebabkan masyarakat cenderung agak kesulitan menempati kawasan rumah dengan infrastruktur sarana prasarana yang lengkap.

“Kalau bisa milih itu (sarana prasarana lengkap) nilai tambahnya akan lebih baik, daripada bangunan spot-spot cluster kecil, kecuali itu di tengah kota yang memang kepentingan adalah akses,” katanya.

BACA JUGA: Faktor Perizinan Jadi yang Utama, Ketua Forkom Developer Jateng Ungkap Kendala di Balik Murahnya Rumah Subsidi

Dalam membeli rumah, Djoko menitikberatkan pada kelengkapan perizinan, lokasi, hingga sarana dan prasarana. Ia meyakini, rumah yang baik dapat menjadi investasi yang baik pula di kemudian hari.

“Pandai-pandai memilih, tentunya membeli rumah saat ini mestinya lebih baik daripada kedepan karena sekarang ada fasilitas KPR juga,” tandasnya. (*)

Editor: Farah Nazila

Simak berbagai berita dan artikel pilihan beritajateng.tv dengan bergabung ke saluran kami.

Gabung Channel WhatsApp