Hukum & Kriminal

Blak-blakan Ahli Forensik Sebut Tewasnya Mirna Bukan Karena Sianida: Saya Ngomong Benar

×

Blak-blakan Ahli Forensik Sebut Tewasnya Mirna Bukan Karena Sianida: Saya Ngomong Benar

Sebarkan artikel ini
dr Djaja
dr. Djaja Surya Atmaja saat menghadiri podcast milik dr. Richard Lee. (Foto tangkap layar:Youtube/dr Richard Lee)

SEMARANG, beritajateng.tv – Kasus kematian Mirna Salihin pada 2016 kembali mencuat pada waktu belakangan ini. Kali ini, ahli forensik menyebut sianida bukan penyebab tewasnya sang sahabat Jessica Wongso itu.

Seperti yang sudah Ice Cold Netflix tayangkan, Mirna Salihin diduga tewas karena meminum kopi yang sudah tercampur sianida. Adapun kejadian ini menjadikan Jessica Wongso sebagai tersangka.

Memang kasus kopi sianida yang menghabisi nyawa Mirna Salihin ini kembali menjadi perbicangan panas sejak adanya dokumenter tersebut. Sejak perilisannya, muncul beberapa nama tokoh penting yang menjadi menyita perhatian, salah satunya adalah dr Djaja.

BACA JUGA:Yakini Jessica Tak Bersalah, Otto Hasibuan Ungkap Sejumlah Kejanggalan di Kasus Kopi Sianida yang Tewaskan Mirna

Jika kamu melihat dokumenter tersebut, dr. Djaja hadir dalam proses persidangan yang ‘sengit’ itu pada tahun 2016. Ia memberikan keterangan bahwa tidak ada tanda-tanda kontaminasi sianida dalam reaksi tubuh Mirna saat ia tewas.

Sianida bukan penyebab kematian Mirna

Tak hanya itu saja, dr Djaja juga menegaskan bahwa penyebab kematian Mirna bukan karena senyawa kimia itu, namun ada hal lain.

Ia pun juga tak ragu mengungkapkan pendapatnya bahwa Jessica sengaja terpojokkan sebagai orang yang salah dalam kasus kopi sianida itu.

“Dalam perjalanan kasus itu, semua digiring supaya Jessica salah,” kata dr Djaja Surya Atmaja, seperti beritajateng.tv lansir dari tayangan Ice Cold: Murder, Coffee and Jessica Wongso.

Ia juga menyebut bahwa anaknya sempat memberikan peringatan terkait hal ini.

“Anak saya, dia bilang gini “Papah, papah kenapa sih mau terlibat pada kasus ini? Papah tahu gak, papah tuh haters-nya banyak,” terang dr Djaja menirukan perkataan anaknya.

BACA JUGA:Heboh Ayah Mirna Sebut Punya Botol Sianida, Dipakai Jessica Wongso?

Namun, hal tersebut tampaknya tak membuat dr. Djaja berganti pikiran. Ia menyebut bahwa apa yang sudah ia yakinkan, itu yang akan terus ia fokuskan.

“Makannya saya bilang, netizen itu kan suka-sukanya saja membela siapa, tapi kalau saya ngomong yang benar, saya itu enggak peduli (pendapat miring netizen), itu saja,” kata dr Djadja.

Persidangan menegangkan

Selain itu, dr. Djaja menyebut di saat persidangan kasus Mirna berlangsung, suasana menegangkan baginya. Ia juga tampak heran soal kedatangannya yang justru dari penasihat hukum.

“Saat itu suasana tegang, dan jaksanya pada kaget juga. Karena saya itu orang yang sebenarnya mereka harus panggil ke pengadilan. Tapi saya malah dihadirkan oleh penasihat hukum,” kata dia.

Ia juga menyebut ada hal-hal lain yang berpotensi membuat seseorang mati. Bisa jadi karena riwayat penyakit jantung, paru atau otaknya.

Dalam persidangan, dr. Djaja memberikan keterangan soal kadar sianida yang mampu membuat seseorang tewas.

BACA JUGA:Masih Ingat Kasus Kopi Sianida? Kini Jadi Dokumenter di Netflix Berjudul ‘Ice Cold’

“Dalam literatur yang dipublikasikan, sianida yang bisa bikin mati dalam bentuk natrium atau kalium jika dalam kadar 150-250 mg. Cairan lambung itu rata-rata ada 100 cc. Kalau sianida itu memang ada (di tubuh Mirna), baunya pasti tercium,” kata dr Djaja dalam persidangan.

Dalam wawancara terbaru dr. Djaja di podcast milik dr. Richard Lee. Ia memberikan pernyataan kembali soal senyawa kimia itu.

 “Pada kasus itu, yang diambil (sampel) adalah darah, hati, isi lambung, urin. Semua negatif sianida kecuali di lambung, ada sianida 0.2 mg per liter.”

“(sianida) 0,2 liter itu kecil banget. Logikanya, kalo kadarnya besar terus kemudian jadi kecil itu masih masuk akal. Tapi kalau tidak ada kemudian jadi ada, itu kan tanda tanya.” terang dr. Djaja kepada dr. Richard Lee, seperti beritajateng.tv kutip pada Sabtu, (7/10/2023).(*)

Simak berbagai berita dan artikel pilihan beritajateng.tv dengan bergabung ke saluran kami.

Gabung Channel WhatsApp