Jateng

Bulog Jateng Serap 6,5 Juta Liter Minyakita, Gandeng 1.595 Pengecer Jual Sesuai HET

×

Bulog Jateng Serap 6,5 Juta Liter Minyakita, Gandeng 1.595 Pengecer Jual Sesuai HET

Sebarkan artikel ini
Produk Minyakita. (ant)

SEMARANG, beritajateng.tv – Perum Bulog Kantor Wilayah Jawa Tengah menyebut penyaluran Minyakita di wilayah tersebut terus berjalan untuk menjaga ketersediaan dan stabilitas harga di pasar. Hingga Maret 2026, Bulog telah menyerap sebagian besar kuota Minyakita yang pemerintah tugaskan.

Pemimpin Wilayah Perum Bulog Kanwil Jawa Tengah Sri Muniati mengatakan serapan Minyakita di Jawa Tengah saat ini telah mencapai lebih dari 90 persen dari kuota yang diberikan.

“Minyakita yang sekarang jadi sorotan karena harganya berkontribusi juga, kami terdukung dengan stok yang cukup besar. Sampai sekarang kami sudah menyerap sekitar 6.518 kiloliter dari kuota sampai dengan Maret yaitu 7.001 kiloliter atau sekitar 93 persen yang sudah kita serap,” ujar Sri Muniati, Kamis, 12 Maret 2026.

BACA JUGA: Harga Minyakita Melonjak, Bulog dan Satgas Pangan Turun ke Pasar Blora

Ia menyebut Minyakita yang telah diserap tersebut juga sudah disalurkan kepada pedagang pengecer baik di pasar tradisional maupun di luar pasar.

“Dan ini sudah di salurkan juga ke pasar tradisional maupun pedagang mitra pengecer di luar pasar,” jelas Sri.

Bulog Gandeng 1.595 Pengecer Salurkan Minyakita

Sri menyebut Bulog menggandeng ribuan pedagang pengecer untuk menyalurkan Minyakita kepada masyarakat agar penjualannya sesuai harga eceran tertinggi (HET). Menurutnya, hingga saat ini terdapat ratusan pengecer yang menjadi mitra Bulog di pasar tradisional maupun di luar pasar.

“Sebanyak 670 pedagang pengecer sudah menjadi mitra kami di pasar-pasar tradisional terutama pasar SP2KP maupun pasar lainnya. Dan di luar pasar sebanyak 925 pengecer,” ujarnya.

Dengan begitu, kata Sri, total pengecer yang telah bermitra dengan Bulog untuk menyalurkan Minyakita di Jawa Tengah mencapai 1.595 pedagang.

“Jadi totalnya sampai sekarang 1.595 pengecer yang sudah bermitra dengan Bulog menyalurkan Minyakita. Hal ini supaya di jual dengan harga sesuai ketentuan maksimal Rp15.700,” jelas Sri.

Bulog Temukan Minyakita Masih Dijual di Atas HET

Meski demikian, Sri mengakui di beberapa pasar masih ada penemuan Minyakita yang penjualannya di atas harga eceran tertinggi yang telah pemerintah tetapkan.

“Terhadap beberapa pasar yang pengecernya temui masih menjual di atas HET, misalnya Rp18.000, Rp19.000. Ini jadi informasi yang berharga buat kami,” katanya.

Sri menegaskan, informasi tersebut menjadi perhatian Bulog untuk memperkuat distribusi Minyakita di pasar-pasar yang masih menjual di atas harga yang di tetapkan.

Lebih jauh, Sri menjelaskan Bulog bukan menjadi satu-satunya pihak yang menyalurkan Minyakita ke masyarakat. Ia menuturkan, Bulog hanya menyalurkan sebagian dari total produksi yang di alokasikan untuk pasar domestik.

“Karena bagaimanapun Bulog ini hanya menyalurkan dari 35 persen produksi alokasi DMO yang masyarakat butuhkan. Yang 65 persen ini masih ada dari distributor atau sales-sales,” ujarnya.

BACA JUGA: Bulog Pastikan Harga Bahan Pokok di Jateng Tetap Stabil Selama Nataru: Aman Hingga Akhir Tahun

Oleh karena itu, Bulog terus berupaya mengoptimalkan distribusi Minyakita dengan berkoordinasi bersama pemerintah daerah serta dinas terkait agar harga di pasar dapat kembali sesuai ketentuan.

“Informasi dari masyarakat ini menjadi perhatian kami dan akan kami optimalkan lagi distribusinya bekerja sama dengan dinas perdagangan dan Satgas Pangan di kabupaten kota setempat,” pungkas Sri. (*)

Editor: Farah Nazila

Simak berbagai berita dan artikel pilihan beritajateng.tv dengan bergabung ke saluran kami.

Gabung Channel WhatsApp