HeadlineIndepth

Caleg Anti Mainstream Berebut Suara di Jateng, Cosplay jadi Ultraman Gemoy Hingga Mengaku Bisa Gila Jika Tak Jadi

×

Caleg Anti Mainstream Berebut Suara di Jateng, Cosplay jadi Ultraman Gemoy Hingga Mengaku Bisa Gila Jika Tak Jadi

Sebarkan artikel ini
caleg anti mainstream
Baliho Caleg Partai Golkar DPR RI Jamaludin Malik dengan kostum Ultraman di Jepara. (dokumen pribadi)

Dengan berbagai upaya yang ia lakukan, Gemini yakin bisa lolos menjadi anggota dewan. Ia pun berharap, dengan menjadi anggota DPRD Kota Semarang nantinya, ia dapat memperbaiki kehidupan masyarakat di wilayahnya serta bisa memperbaiki citra anggota dewan dengan tidak mengingkari janji-janji kampanye.

“Optimis sekali, mungkin saya bisa bilang 99 persen, untuk 1 persennya saya kembalikan kepada Yang Maha Kuasa. Tapi dari saya dan tim saya optimis,” tegasnya.

Caleg anti mainstream, pakar komunikasi sebut untuk tampilkan diferensiasi

Pakar Komunikasi Universitas Dian Nuswantoro (Udinus), Lisa Mardiana menyebut baliho unik merupakan bagian dari gimmick komunikasi politik. Menurutnya, hal itu menjadi bagian strategi kompetitif seorang caleg untuk melawan saingannya yang jumlahnya tak sedikit.

“Kita tahu bahwa caleg itu menghadapi kompetitor yang luar biasa banyaknya. Mereka ingin dikenal dan bersaing dengan para caleg lainnya. Gimmick komunikasi politik itu perlu kemasan yang kreatif sehingga bisa menarik perhatian khayalak,” ujar Lisa saat beritajateng.tv hubungi, Minggu, 7 Januari 2024.

BACA JUGA: KPU Jateng Tetapkan DCT, 1.473 Caleg Siap Bersaing Rebutkan 120 Kursi DPRD Provinsi Jawa Tengah

Terlebih, lanjut Lisa, baliho termasuk APK yang memiliki karakteristik sekilas pandang dan tak begitu saja dapat memberikan informasi lengkap kepada masyarakat.

“Fungsi baliho itu membangun awareness. Ketika baliho itu dikemas unik, itu menjadi bagian dari strategi diferensiasi untuk menghadapi strategi persaingan tadi,” sambung Lisa,

Pihaknya meyakini, tampilan baliho yang unik dan berbeda akan berpotensi membuat caleg tersebut semakin terlihat dan dilirik oleh khayalak.

“Daripada (baliho caleg biasa) yang sekadar berlalu ‘oh ya sudah’ gitu saja. Kalau dengan tampilan unik, menarik, dan berbeda, orang akan punya perhatian yang lebih, awareness-nya jadi lebih muncul dan dalam,” jelas Lisa.

Menguntungkan dengan masifnya sosial media