“Saya pernah punya pengalaman tidak enak saat kesulitan mendapatkan kamar di rumah sakit. Dengan menjadi DPR RI, saya bisa membantu orang lebih banyak, khususnya untuk memperoleh pelayanan publik yang layak,” jelasnya.
BACA JUGA: KPU Copot Sekretariat PPS di Blora Lantaran Ikut Bagikan Kaos Caleg
Sebelum memutuskan untuk nyaleg, Jamaludin yang merupakan pengusaha terkemuka di Jepara itu menyebut telah membantu 800 orang lebih yang memerlukan bantuan hukum. Ia ingin membantu orang lebih banyak dengan menduduki kursi legislatif.
“Ada 800 orang lebih yang pernah saya bantu lewat advokat gratis. Selama ini saya bergerak membantu masyarakat di luar jalur politik. Berangkat dari kekecewaan saya sebelumnya, mau tidak mau saya harus punya kekuasaan untuk dapat menolong banyak orang. Kita harus mengakui, banyak pelayanan publik yang tak berpihak pada orang kurang mampu,” tandasnya.
Caleg anti mainstream, narasi poster berasal dari candaan
Sementara itu, Caleg DPRD Kota Semarang, Budi Utomo juga menggunakan cara tak biasa untuk berkampanye. Tak seperti caleg lain yang membuat poster berisikan janji ataupun visi misi jika terpilih, Budi justru sebaliknya.
Pria berusia 47 tahun ini merupakan warga Trengguli, Kelurahan Karangkidul, Kecamatan Semarang Tengah, Kota Semarang. Ia merupakan Caleg DPRD Kota Semarang. Budi maju di Dapil 3 (Tembalang-Candisari) dari Partai Persatuan Pembangunan (PPP).
Dalam poster yang tersebar, Budi Utomo menarik perhatian dengan gambar dan kata-kata unik dan anti mainstream. Pada satu poster, ia cosplay menjadi Angling Dharmo dengan narasi bertuliskan “Tas Tes.. Sat Set.. Budi Utomo (Angling Dharmo) Coblos Aku Lur”.

Ada pula poster dengan gambarnya bertuliskan “Mumet Mikir Nyaleg, Nek Ora Dadi… Edan Lur… “.
Bahkan yang lebih unik terpasang pula gambar Budi Utomo dengan gambar terbalik bertuliskan “Siap Jungkir Balik Buat Rakyat”.
BACA JUGA: Awasi Tahapan Pencalonan, Bawaslu Kota Semarang Temukan Satu Bakal Caleg Masih Berstatus ASN





