Cek Fakta

Cek Fakta Debat Pilgub: Hendi Sebut IPK Jateng Rendah Jauh dari DIY, Benarkah?

×

Cek Fakta Debat Pilgub: Hendi Sebut IPK Jateng Rendah Jauh dari DIY, Benarkah?

Sebarkan artikel ini
Debat hendi pengerahan kades
Calon Wakil Gubernur (Cawagub) nomor urut 1, Hendrar Prihadi alias Hendi, memberikan respons soal maraknya pengerahan kades Jateng saat beritajateng.tv jumpai di Panti Marhaen, Kota Semarang, Jumat, 25 Oktober 2024. (Made Dinda Yadnya Swari/beritajateng.tv)

SEMARANG, beritajateng.tv – Calon Wakil Gubernur Jateng nomor urut 1 Hendrar Prihadi atau Hendi menyebut jika Indeks Pembangunan Kebudayaan atau IPK di Jawa Tengah mencapai 46,35.

Pasangannya, Andika Perkasa menyebut jika besaran angka itu tertinggal jauh dua kali lipat dari Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY).

“Indeks terkait Pembangunan Kebudayaan di jateng rendah, cenderung turun. Mohon maaf, angkanya 46,35,” kata Hendi saat menghadiri debat Pilgub Jateng di Muladi Dome, Universitas Diponegoro (Undip), Semarang, Rabu 20 November 2024.

Dari penelusuran beritajateng.tv, berdasarkan data resmi Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan, angka tersebut tidak akurat. Indeks Pembangunan Kebudayaan (IPK) Jawa Tengah pada tahun 2023 sebenarnya adalah 60,89. Angka tersebut berada di atas rata-rata nasional yang berada pada level 57,13.

BACA JUGA: Gelar Konsolidasi di Blora, Sudaryono Yakin Luthfi-Yasin Menang Pilgub Jateng

IPK Jawa Tengah dalam tiga tahun terakhir:

2021: 55,24
2022: 59,43
2023: 60,89.

Meski demikian, angka 46,35 yang disebutkan Hendi dalam klaim bukanlah IPK keseluruhan, melainkan skor untuk dimensi Ekspresi Budaya, yang menjadi salah satu dari tujuh dimensi penyusun IPK.

Adapun, Dimensi-dimensi IPK Jawa Tengah Tahun 2023, sebagai berikut:

Ekonomi Budaya: 45,11

Pendidikan: 73,50

Ketahanan Sosial Budaya: 75,61

Warisan Budaya: 53,13

Ekspresi Budaya: 46,35

Budaya Literasi: 56,63

Gender: 59,61.

Berdasarkan data resmi, IPK Jawa Tengah pada tahun 2023 adalah 60,89, sedangkan IPK DIY (Daerah Istimewa Yogyakarta) adalah 67,90. Keduanya juga sama-sama masuk ke dalam lima besar provinsi dengan IPK tertinggi di Indonesia (di atas angka nasional).

BACA JUGA: Hadir di Debat Kedua Pilwalkot Semarang, Hendi: Cari Ide Persiapan Debat Pilgub Jateng

Selisih antara keduanya adalah 7,01 poin, atau sekitar 10,32 persen, dengan persentase IPK Jawa Tengah mencapai 89,68 persen dari IPK DIY.

Jadi, dapat disimpulkan bahwa pernyataan Hendi soal IPK Jateng lebih rendah dua kali lipat dari DIY Yogyakarta tidak akurat.

Sebagai informasi, debat Pilgub Jateng terakhir berlangsung di Muladi Dome Undip Semarang, Rabu 21 November 2024.

Debat mengangkat tema Membangun Sosial Budaya, Pendidikan, Kesehatan, dan Perlindungan untuk Masyarakat yang Sejahtera dan Toleran.

Acara tersebut dihadiri oleh dua paslon, yakni pasangan nomor urut 1 Andika Perkasa-Hendrar Prihadi dan peserta nomor urut 2 Ahmad Luthfi-Taj Yasin. (*)

 

Simak berbagai berita dan artikel pilihan beritajateng.tv dengan bergabung ke saluran kami.

Gabung Channel WhatsApp