HeadlineIndepth

Dari Gombel hingga Pinggir Pantai, Deretan Mal Kelas Atas Bakal Berdiri di Semarang, Investasi Capai Triliunan

×

Dari Gombel hingga Pinggir Pantai, Deretan Mal Kelas Atas Bakal Berdiri di Semarang, Investasi Capai Triliunan

Sebarkan artikel ini
mal baru Kota Semarang
Queen City Mall, salah satu mal di Kota Semarang yang menempati lahan eks Pasaraya Sri Ratu di Jalan Pemuda Semarang. (SRLand Properties)

“Dengan adanya investasi bidang shopping center itu ternyata tidak hanya satu sektor saja yang terkena terdampak, tetapi sektor yang lain. Misal adanya lapangan pekerjaan baru. Kemudian Pemkot juga mensyaratkan tenant-tenant penyewa itu sekian persen untuk lokal atau untuk UMKM. Jadi kalau saya melihat Pemkot memang sudah mulai aware tentang prospek bisnis yang menguntungkan di Kota Semarang,” katanya kepada beritajateng.tv, Jumat, 12 Januari 2024.

Meskipun hal tersebut menyebabkan persaingan antar mal tak terelakkan dan semakin ketat, Catur menegaskan menjamurnya mal baru tak membawa dampak buruk bagi Mal Ciputra. Menurutnya, munculnya mal-mal baru tersebut malah membuat pihaknya semakin terpacu dan termotivasi dalam memberikan pelayanan dan menerapkan standar-standar terbaik bagi para konsumen.

Tak lagi patok target kunjungan tinggi

Bagi Catur, hal demikian juga yang seharusnya dirasakan oleh pelaku usaha sejenis. Apalagi, mereka juga tergabung dalam asosiasi, yakni Asosiasi Pengelola Pusat Belanja Indonesia.

“Kami disatukan dalam asosiasi dimana ada benang merah yang kami bisa taati dan masing-masing saling menghormati,” imbuhnya.

Lebih lanjut, pengunjung Mal Ciputra hingga saat ini masih bertahan pada angka sekitar 25.000 hingga 30.000 orang per harinya. Atau mencapai 1 juta pengunjung tiap bulannya. Catur mengungkapkan, pihaknya sendiri sebenarnya tidak lagi menetapkan target kunjungan yang tinggi. Apalagi, persaingan mulai terbagi dengan adanya mal-mal baru.

BACA JUGA: Grand Expo Wedding 2023 di Mal Ciputra Diramaikan Puluhan Vendor

Namun demikian, Mal Ciputra Semarang berkomitmen untuk tetap konsisten mempertahankan eksistensi. Yaitu dengan menghadirkan berbagai event, tenant brand terkenal, hingga konsep belanja yang up to date.

“Kami itu kan banyak disebut sebagai ‘Mal Legend’, nah namanya legend itu berarti tetap dikenang, tetap diingat, tetap eksis. Kami ingin tetap menjadi mal pilihan bagi masyarakat. Tahun ini kami mengambil tema ‘My Choice’ atau ‘Pilihanku’ jadi walau kami sudah tua tetapi isinya tetap kekinian dan tidak ketinggalan zaman,” imbuhnya.

Pengamat sebut bersaing dengan e-commerce