HeadlineIndepth

Dari Gombel hingga Pinggir Pantai, Deretan Mal Kelas Atas Bakal Berdiri di Semarang, Investasi Capai Triliunan

×

Dari Gombel hingga Pinggir Pantai, Deretan Mal Kelas Atas Bakal Berdiri di Semarang, Investasi Capai Triliunan

Sebarkan artikel ini
mal baru Kota Semarang
Queen City Mall, salah satu mal di Kota Semarang yang menempati lahan eks Pasaraya Sri Ratu di Jalan Pemuda Semarang. (SRLand Properties)

Pembangunan mal baru di Ibukota Jawa Tengah menyimpan alasannya tersendiri. Pengamat ekonomi Undip Wahyu Widodo mengungkap, Kota Semarang tak hanya potensial secara ekonomi. Lebih dari itu, Upah Minimum Regional (UMR) Kota Semarang yang lebih rendah ketimbang ibukota provinsi lainnya di Jawa Barat dan Jawa Timur menjadi alasan lain menjamurnya mal di wilayah ini.

“Disamping potensi ekonomi, upah Jateng itu lebih rendah dibanding Jatim dan Jabar. (Pertumbuhan) bukan hanya di mal, tetapi pada industri lain seperti manufaktur juga,” ujar Wahyu.

Karena itu, terintegrasinya Kota Semarang dengan kabupaten/kota penghubung, menurut Wahyu, juga menjadi hal menarik bagi investor untuk menanamkan modalnya.

BACA JUGA: Kanwil DJP Jawa Tengah I Hadirkan Layanan PPS di Mal Semarang

“Perkembangan Kota Semarang umumnya dengan kabupaten/kota lain seperti Kabupaten Semarang, Kendal, Demak, dan Kudus itu semakin terintegrasi. Mobilitas orang juga semakin mudah, wajar investor memilih Kota Semarang karena infrastrukturnya jauh semakin baik,” bebernya.

Selain berdampak pada investor, ramainya pembangunan mal ini bagi Wahyu juga bisa memberikan efek pertumbuhan ekonomi ke sektor lain, khususnya ke sektor menengah ke bawah. Efek itu Wahyu sebut dengan multiplier effect atau efek pengganda.

“Dengan adanya mal itu ada kegiatan ekonomi baru, misalnya penyerapan tenaga kerja. Bisa juga menciptakan kegiatan ekonomi yang mendukung, semisal bagi tempat usaha kecil sekitar mal, warung-warung makan itu kan jadi makin ramai,” terangnya.

Kendati demikian, munculnya mal baru di Kota Semarang memantik pertanyaan publik apakah mal tersebut akan kuat bertahan. Terlebih di tengah gempuran e-commerce dan kebiasaan berbelanja masyarakat yang mulai beralih ke online.

Banyak mal baru Semarang, sejumlah pusat perbelanjaan terpaksa tutup

Menanggapi hal itu, Wahyu angkat bicara. Ia tak menampik tantangan bagi mal-mal baru Kota Semarang, utamanya pasca pandemi Covid-19 yang membuat perekonomian belum pulih sepenuhnya. Ia menyinggung, ada beberapa pusat perbelanjaan di Kota Semarang yang mulai menutup usahanya lantaran gulung tikar.