Namun, ia meyakini, investor yang menjadi penyokong mal-mal baru di Kota Semarang ini memiliki pertimbangan jangka panjang sehingga harapannya bisa bertahan dalam kurun waktu lama.
BACA JUGA: Mengenang Kejayaan Plasa Simpang Lima Semarang, Kian Redup Terkikis Waktu
“Untuk mal baru, yang namaya investasi sifatnya begini, ada investor yang risk taker, berani mengambil risiko. Jadi prospek pemikirannya jangka panjang. Beberapa mal yang ramainya pada awal itu wajar, sekaligus itu jadi tantangan,” jelasnya.
Sehingga, pola belanja masyarakat yang bergeser ke online bagi Wahyu membuat mal saat ini lebih variatif dan inovatif.
“Konsepnya mal-mal baru itu berubah, tidak cuma belanja, tetapi menawarkan hal lain,” tandasnya. (*)
Reporter: Elly Amaliyah, Made Dinda Yadnya Swari, Fadia Haris Nur Salsabila
Editor: Ricky Fitriyanto





