Politik

Defisit Anggaran APBD Hingga Rp90 M, Vivit-Umam & Harno-Hanies Adu Solusi di Debat Pilbup Rembang

×

Defisit Anggaran APBD Hingga Rp90 M, Vivit-Umam & Harno-Hanies Adu Solusi di Debat Pilbup Rembang

Sebarkan artikel ini
Defisit Rembang
Kedua pasangan calon Bupati-Wakil Bupati Rembang dalam debat Pilkada 2024 di Hotel Pollos, Rembang, Selasa, 12 November 2024. (Foto: YouTube/KPU Kabupaten Rembang)

SEMARANG, beritajateng.tv – Anggaran belanja Kabupaten Rembang pada 2024 mengalami defisit hingga Rp90 miliar. Defisit ini menjadi sorotan dalam sesi tanya-jawab debat Pilkada Rembang yang berlangsung pada Selasa, 12 November 2024 malam.

Calon bupati nomor urut 02, Harno, mempertanyakan bagaimana pasangan calon (paslon) nomor urut 01 akan mendanai program ambisiusnya, seperti peningkatan ekonomi 7 persen, pembelian mobil siaga untuk setiap desa, dan penambahan lima hingga tujuh truk sampah.

Menanggapi hal tersebut, calon bupati nomor urut 01, Vivit Antasari, menegaskan optimismenya dalam menjalankan program-programnya.

Vivit menjelaskan, fokus utamanya terletak pada keseimbangan antara pendapatan dan belanja daerah untuk menjaga stabilitas keuangan.

BACA JUGA: Dorong Pertumbuhan UMKM, Bank Jateng Resmikan Area Mikro Rembang dan Unit Mikro Randublatung

“Kami menerapkan keseimbangan antara pendapatan dan belanja daerah agar program kesejahteraan Rembang dapat terbiayai dengan baik,” ujar Vivit.

Vivit menambahkan bahwa pihaknya akan mengoptimalkan sumber pendapatan dari CSR, DBHCHT, serta pendapatan daerah lainnya.

Menurut Vivit, defisit anggaran yang terjadi penyebabnya ialah pengelolaan yang kurang tepat dan kurang terukur. Misalnya, target pendapatan yang tidak realistis sehingga rasionalisasi pendapatan gagal tercapai.

“Kami optimis dan sebagai generasi muda, kami memiliki tekad kuat untuk menyelesaikan masalah ini,” tegasnya.

Upaya paslon 02 dalam menangani defisit APBD Rembang

Di sisi lain, Harno menyatakan bahwa perlu upaya keras agar APBD Rembang dapat meningkat. Ia menjelaskan bahwa lobi kepada pihak-pihak berpengaruh di Jakarta akan diupayakan demi menambah anggaran.

Harno menekankan pentingnya hubungan baik dengan pemerintah pusat untuk mendapatkan dukungan dana yang signifikan.

“Kami akan berkomunikasi dengan para tokoh berpengaruh di Jakarta, karena Rembang memerlukan infrastruktur yang baik, air bersih, dan waduk. Semua itu membutuhkan anggaran besar,” ujar Harno.

BACA JUGA: Daftar Lewat 3 Parpol, Umam Nursalim Adik Kandung Gus Baha Maju Bacabup Pilkada Rembang 2024

Harno juga menambahkan bahwa partai-partai koalisinya memiliki posisi kuat di parlemen dan bahkan beberapa di antaranya menduduki kursi menteri.

“Kami akan bekerja sama dengan menteri dari partai koalisi untuk mendukung peningkatan ekonomi Rembang hingga 7,2%,” tandasnya. (*)

Simak berbagai berita dan artikel pilihan beritajateng.tv dengan bergabung ke saluran kami.

Gabung Channel WhatsApp