Peristiwa

Dinkes Semarang Selidiki Dugaan Keracunan Massal MBG di SMKN 6, 707 Siswa dan Guru Alami Gejala

×

Dinkes Semarang Selidiki Dugaan Keracunan Massal MBG di SMKN 6, 707 Siswa dan Guru Alami Gejala

Sebarkan artikel ini
SMKN 6 Semarang
Siswa diduga keracunan makanan MBG yang disantap di SMKN 6 Semarang. (Ellya/beritajateng.tv)

SEMARANG, beritajateng.tv – Dinas Kesehatan Kota Semarang bergerak cepat menangani dugaan keracunan Makanan Bergizi Gratis (MBG) ratusan siswa dan guru SMK Negeri 6 Semarang, Jumat, 31 Juli 2026.

Selain memberikan layanan medis kepada para korban, Dinas Kesehatan juga menghentikan sementara distribusi makanan dari penyelenggara Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG). Sembari menunggu hasil pemeriksaan laboratorium.

Hal ini setelah adanya laporan dugaan keracunan Dinas Kesehatan terima sekitar pukul 10.30 WIB. Tim kesehatan langsung terjun untuk menangani korban keracunan MBG di SMKN 6 Semarang. Sekaligus melakukan penyelidikan epidemiologi guna mengungkap penyebab pasti kejadian.

Kepala Dinas Kesehatan Kota Semarang, Mochamad Abdul Hakam, mengatakan penanganan berjalan secara terpadu bersama puskesmas, rumah sakit, pihak sekolah, penyelenggara SPPG, serta sejumlah instansi terkait.

“Fokus kami saat ini memastikan seluruh siswa maupun guru yang mengalami gejala memperoleh pelayanan kesehatan sesuai kebutuhannya. Secara bersamaan, tim juga melakukan penyelidikan epidemiologi serta pengambilan sampel makanan dan spesimen korban untuk pemeriksaan di laboratorium sebagai bagian dari penelusuran penyebab kejadian,” ujar Hakam.

Berdasarkan pendataan sementara, sebanyak 707 orang mengalami gejala yang berkaitan dengan insiden tersebut. Mereka terdiri atas 693 siswa dan 14 guru.

Sebagian besar korban mendapat penanganan langsung di lingkungan sekolah. Dari total tersebut, sebanyak 698 orang menjalani pemeriksaan dan perawatan di lokasi. Sedangkan sembilan orang drujuk ke fasilitas kesehatan untuk observasi lebih lanjut.

“Korban yang di rujuk menjalani observasi di Puskesmas Halmahera, RSUD KRMT Wongsonegoro, RST Bhakti Wira Tamtama, serta Puskesmas Bangetayu,” jelasnya.

Untuk mengetahui penyebab kejadian, pihaknya mengaktifkan Tim Gerak Cepat (TGC) yang bertugas melakukan penyelidikan epidemiologi. Tim tersebut mengamankan sampel makanan, sisa pangan, dan spesimen dari korban untuk di uji di laboratorium.

Hakam menegaskan, hingga saat ini pihaknya belum dapat memastikan penyebab dugaan keracunan karena seluruh proses pemeriksaan masih berlangsung.

BACA JUGA: Ratusan Siswa SMKN 6 Semarang Diduga Keracunan Usai Santap MBG, 690 Laporan Keluhan Masuk