Pendidikan

Evaluasi ANBK 2024: Server Down, Pemadaman Listrik, hingga Pinjam-Meminjam Laptop

×

Evaluasi ANBK 2024: Server Down, Pemadaman Listrik, hingga Pinjam-Meminjam Laptop

Sebarkan artikel ini
Kabid Sekolah Dasar Disdik Kota Semarang, Aji Nur Setyawan ditemui di SDN Pekunden, Kamis, 1 Agustus 2024. (Fadia Haris Nur Salsabila/beritajateng.tv)

SEMARANG, beritajateng.tv – Dinas Pendidikan (Disdik) Kota Semarang terus mengevaluasi Pelaksanaan Asesmen Nasional Berbasis Komputer (ANBK) 2024.

Kepala Bidang Pembinaan Sekolah Dasar (SD) Dinas Pendidikan Kota Semarang, Aji Nur Setiawan, mengungkapkan, keluhan paling banyak yang pihaknya terima adalah server ANBK yang nge-down atau tidak lancar. Ia menyebut, hampir semua sekolah mengalami gangguan server pada ANBK tahap pertama minggu lalu.

Meski begitu, pihaknya telah melaporkan soal keluhan itu ke Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah sebagai pengelola website.

“Soal server kami sudah sampaikan ke kementerian agar nanti waktu pelaksanaan tahap kedua lebih dijaga dan ditingkatkan kembali sehingga koneksinya tidak terhambat,” ucapnya saat beritajateng.tv konfirmasi, Rabu, 6 November 2024.

Ia menambahkan, gangguan pemadaman listrik juga terjadi beberapa kali saat pelaksanaan ANBK. Akibatnya, sejumlah sekolah terpaksa mengungsi ke sekolah lain.

BACA JUGA: Mati Listrik saat ANBK, Siswa SD Pedurungan Kidul 03 Terpaksa Ngungsi ke TKN Pedurungan

Di sisi lain, kata Aji, Dinas Pendidikan sebenarnya telah menghubungi pihak yang bersangkutan agar menunda pemadaman listrik. Akan tetapi pada kenyataannya, pemadaman masih terjadi di sejumlah titik.

“Kami akan memberitahu pihak sekolah agar manajemen listrik diperhatikan. Jangan sampai listrik mati, karena beban listrik dari alat elektronik yang terlalu tinggi,” ucap dia.

Dinas Pendidikan Semarang belum bisa penuhi semua kebutuhan ANBK, akui anggaran terbatas

Lebih jauh, Aji menyampaikan bahwa Dinas Pendidikan juga menerima laporan bahwa banyak sekolah yang masih kekurangan laptop atau komputer saat pelaksanaan ANBK. Alhasil, sekolah terpaksa pinjam laptop dari guru atau sekolah lain.

Kekurangan sarpras itu salah satunya terjadi di SDN Kaligawe.

Atas hal itu, Aji mengakui jika Dinas Pendidikan Kota Semarang memang belum bisa memenuhi semua kebutuhan. Alasannya, karena terbatasnya anggaran.

“Untuk saat kami memang belum bisa memenuhi semua kebutuhan karena memang anggaran terbatas dan kami harus berbagi prioritas. Misalnya rehabilitasi bangunan yang rusak atau pengadaan yang sifatnya urgent (mendesak),” beber Aji.

Selain itu, Aji turut menyinggung bahwa kebutuhan komputer atau laptop sebenarnya bisa dianggarkan melalui Dana BOS. Tergantung prioritas masing-masing sekolah.

BACA JUGA: Sarpras Terbatas, SDN Kaligawe Semarang Pinjam Laptop Pribadi Guru dan Sekolah Lain untuk ANBK

Meski begitu, Aji akan berusaha secara bertahap untuk memenuhi kebutuhan sarpras. Termasuk pengadaan komputer atau laptop di tiap sekolah.

“Sehingga anak-anak bisa lebih fokus untuk menghadapi ANBK dan harapannya rapor pendidikan Kota Semarang semakin meningkat,” pungkasnya. (*)

Editor: Farah Nazila

Simak berbagai berita dan artikel pilihan beritajateng.tv dengan bergabung ke saluran kami.

Gabung Channel WhatsApp