Jateng

Harga Jahe di Semarang Tembus Rp40 Ribu per Kg, Wedang Rempah Tetap Diburu Warga

×

Harga Jahe di Semarang Tembus Rp40 Ribu per Kg, Wedang Rempah Tetap Diburu Warga

Sebarkan artikel ini
wedang rempah
Penjual saat menghidangkan wedang rempah di warung Wedang Rempah Mbah Warno, Jalan Mugassari, Kecamatan Semarang Selatan. (Yuni Esa Anugrah/beritajateng.tv)

SEMARANG, beritajateng.tv – Harga komoditas rempah jahe, kencur, hingga temulawak dilaporkan mengalami lonjakan cukup signifikan dalam beberapa waktu terakhir di Kota Semarang.

Karyawan Wedang Rempah Mbah Warno, Jalan Mugassari, Kecamatan Semarang Selatan, Suryoko, mengatakan kenaikan harga bahan baku rempah diduga dipicu meningkatnya biaya distribusi setelah penyesuaian harga BBM.

“Untuk bahan baku memang belakangan ini ada kenaikan, kemungkinan karena imbas kenaikan BBM. Harga jahe yang sebelumnya sekitar Rp18.000 sampai Rp20.000 per kilogram, sekarang naik menjadi Rp38.000 hingga Rp40.000 per kilogram. Kenaikan juga terjadi pada kencur dan temulawak,” ujar Suryoko pada Selasa, 16 Juni 2026 malam.

Ia menjelaskan, sebagian besar pasokan rempah yang digunakan berasal dari Kabupaten Wonogiri, Jawa Tengah.

“Sebagian besar kami ambil dari Wonogiri,” katanya.

BACA JUGA: Ratusan Anggota Pramuka Ikut Pesta Siaga di Pantai Karangjahe, Sarana Promosi Wisata Rembang

Meski harga bahan baku mengalami kenaikan, minat masyarakat terhadap minuman herbal ternilai masih cukup tinggi. Berdasarkan pantauan di lokasi, pengunjung terus berdatangan untuk menikmati berbagai varian wedang rempah yang tersedia.

Menurut Suryoko, produk herbal memiliki segmen konsumen tersendiri yang tetap memilih bahan alami untuk menjaga kesehatan.

“Konsumen masih cukup banyak. Memang herbal tidak secepat obat kimia yang efeknya langsung terasa. Kalau herbal prosesnya lebih bertahap,” jelasnya.

Meski biaya produksi meningkat, minat masyarakat terhadap minuman herbal tetap tinggi.

“Konsumen masih cukup banyak. Memang tidak secepat obat kimia yang efeknya bisa langsung terasa. Kalau herbal prosesnya lebih bertahap,” katanya.

Ia menjelaskan, produk herbal memiliki pasar tersendiri karena banyak masyarakat yang memilih menjaga kesehatan dengan bahan alami. Jahe menjadi salah satu rempah yang paling banyak jadi incaran karena konon membantu meredakan masuk angin, flu, batuk, kelelahan, hingga gangguan tenggorokan.