Jateng

Hari Pertama Kuliah, Jalanan di Sekitar Undip Macet Parah! Kebanyakan Mahasiswa?

×

Hari Pertama Kuliah, Jalanan di Sekitar Undip Macet Parah! Kebanyakan Mahasiswa?

Sebarkan artikel ini
lalu lintas padat di sekitaran undip
Kepadatan lalu lintas terjadi di sekitar Undip di hari pertama kuliah, Senin, 10 Februari 2025 sore. (X/Twitter @undipmfs)

SEMARANG, beritajateng.tv – Hari pertama kuliah setelah libur panjang, beberapa kawasan di sekitar kampus Universitas Diponegoro (Undip) Tembalang mengalami kemacetan, pada Senin, 10 Februari 2025 sore.

Kemacetan menjalar di jalan-jalan yang kerap pengguna jalan lalui. Salah satunya di kawasan Banjarsari. Kemacetan tampak dari Bunderan Undip hingga pertigaan Universitas Pandanaran.

Selain itu, kemacetan juga tampak di kawasan Jalan Ngesrep Timur menuju pintu masuk Gerbang Tol Tembalang di mana kendaraan hampir tak bergerak sama sekali.

Salah satu mahasiwa Undip, Yusuf Rausyan Fikri mengatakan, kemacetan di sekitar Undip sebenarnya sudah terasa sejak tiga hari terakhir. Hal itu karena mahasiswa mulai beraktivitas kembali setelah libur semesteran.

“Mulai macet dari tiga hari yang lalu, tapi hari ini macet parah karena banyak yang berkumpul di Undip untuk melakukan perkuliahan,” kata Yusuf saat beritajateng.tv hubungi.

BACA JUGA: Resmikan Kantor Sekretariat di Undip, Pj Gubernur Jateng: Asosiasi Tenis Profesor Harus Murup

Selain mahasiswa, lanjut Yusuf, jam pulang mahasiswa di sore hari juga berbarengan dengan jam pulang kantor. Alhasil, mahasiswa Undip dan warga asli Tembalang yang pulang kerja bertumpuk di jalanan sekitar Undip.

Sedangkan jika pagi hari, lalu lintas di sekitar Undip tidak sepadat sore hari. Menurut Yusuf, hal itu karena pihak fakultas mengatur jam masuk yang berbeda demi mengurai kemacetan.

“Jadwal pagi tiap-tiap fakultas berbeda. Misal di Fakultas Ekonomi jadwal paginya itu jam 8 pagi, tapi di fakultas lain ada yang 7 ada yang jam 9. Artinya diatur sama kampus supaya tidak terjadi kesamaan jadwal supaya lalu lintas tidak terlalu macet,” sambungnya.

Salah satu penyebab ramainya lalu lintas Undip karena status PTN-BH

Lebih lanjut, Yusuf menduga, kepadatan lalu lintas di sekitar Undip semakin parah karena tidak adanya pengatur lalu lintas. Baik dari kepolisian maupun Dinas Perhubungan (Dishub).

Sepengetahuannya, hanya satpam dari Undip dan Pak Ogah yang mengatur lalu lintas di sekitar Undip.

“Yang ngatur lalu lintas kalau di Undip sendiri itu satpam Undip, tapi selebihnya itu polisi cepek alias pak ogah. Sempet ada satlantas di arah tol Ngesrep, tapi akhir-akhir ini nggak ada,” ucap Yusuf.

Di sisi lain, sebagai warga asli Tembalang, Yusuf mengaku mulai merasakan kepadatan lalu lintas di Undip sejak lima tahun terakhir. Menurutnya, salah satu alasannya adalah status Undip sebagai PTN-BH (Berbadan Hukum).

BACA JUGA: Tanggapi Polemik Gas Elpiji 3 Kg, Pengamat Undip Soroti Buruknya Sistem Komunikasi Pemerintah

Dengan menjadi PTN-BH, kata Yusuf, Undip bebas mencari pendanaan. Salah satunya dengan memperbanyak kuota mahasiswa baru.

“Sejak PTN-BH, Undip banyak buka jalur Ujian Mandiri (UM) yang mana kelas ekonominya menengah keatas. Sehingga kendaraan yang dibawa banyak mobil. Selain itu, penerimaan mahasiswa Undip juga semakin banyak kuotanya,” tandasnya. (*)

Editor: Farah Nazila

Simak berbagai berita dan artikel pilihan beritajateng.tv dengan bergabung ke saluran kami.

Gabung Channel WhatsApp