SEMARANG, beritajateng.tv – Jalur tembus Undip-Unnes alami longsor. Adapun kejadian ini diakibatkan intensitas hujan yang tinggi pada Senin, 20 Januari 2025.
Kabar ini pun viral di media sosial, salah satu akun yang mengunggahnya adalah @infokejadian_semarang.
“Jalur tembusan Undip – Unnes di Close lur, sementara lewat Jatingaleh atau Pramuka dulu,” ujar akun tersebut.
Sebagai informasi, warga sering menyebut Jalur yang menghubungkan Kelurahan Sekaran Kecamatan Gunungpati ke Kelurahan Srondol Kecamatan Banyumanik Kota Semarang sebagai “Jalur Gaza”.
BACA JUGA: Kecelakaan Mahasiswi Unnes di Trangkil, BRT Trans Semarang Bantu Pemulasaran Jenazah
Jalur tersebut menjadi favorit mahasiswa Universitas Diponegoro (Undip) dan Universitas Negeri Semarang (Unnes) untuk bepergian.
Kendati jalur tersebut sering memunculkan kecelakaan karena kontur geografisnya, jalan ini masih menjadi favorit para mahasiswa.
Penganan darurat longsor jalur Undip-Unnes Semarang
Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kota Semarang, Endro P Martanto mengatakan, pihaknya sudah melakukan penanganan darurat sebelum pelaksaaan perbaikan oleh Dinas Pekerjaan Umum (DPU) Kota Semarang.
Endro mengatakan, penutupan bekas longsoran menggunakan terpal sebagai upaya sementara, agar jika terjadi hujan susulan, maka tanah yang longsor tidak tergerus.
“Dari BMKG menginfokan ada pertumbuhan bibit siklon tropis yang berdampak pada hujan intensitas sedang – lebat selama 2-3 hari ini,” jelasnya.
BACA JUGA: Sebut 8 Kecamatan di Brebes Terendam Banjir, Pj Nana Sudjana Singgung Alih Fungsi Lahan Perbukitan
Endro menghimbau kepada warga yang biasa menggunakan akses jembatan tersebut untuk bisa melalui jalur alternatif lain. Seperti Jalan Dewi Sartika atau Jembatan Besi.
“Imbauan kami untuk pengguna akses jembatan tersebut yang menghubungkan dari sekaran Unnes ke Srondol itu bisa melewati jalur alternatif lain seperti Jalan Dewi Sartika atau jembatan besi,” pungkasnya. (*)




