Jateng

Imbas Cuaca Ekstrem 55 Gedung SMA-SLB Rusak, Disdikbud Jateng Gelontor Dana Stimulan Perbaikan

×

Imbas Cuaca Ekstrem 55 Gedung SMA-SLB Rusak, Disdikbud Jateng Gelontor Dana Stimulan Perbaikan

Sebarkan artikel ini
Cuaca Bangunan
Sekretaris Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud) Jawa Tengah, Syamsudin Isnaini, saat dijumpai di kantornya, Jumat, 14 Maret 2025 sore. (Made Dinda Yadnya Swari/beritajateng.tv)

SEMARANG, beritajateng.tv – Cuaca ekstrem di Jawa Tengah yang masih berlangsung hingga Maret 2025 berdampak pada kerusakan bangunan sekolah tingkat SMA/SMK di berbagai daerah.

Sekretaris Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud) Jawa Tengah, Syamsudin Isnaini, menyebut kerusakan berat akibat cuaca ekstrem terjadi di 55 gedung SMA/SMK sederajat se-Jawa Tengah.

“Pendataan di kami itu secara bottom up, setiap ada laporan kejadian, kami minta lapor di Aplikasi Digdaya. Jumlahnya ada 4 SLB, 25 SMA, 26 SMK, jadi kurang lebih 55 sekolah alami kerusakan berat. Yang kerusakannya ringan kami minta sekolah bisa tangani sendiri,” ungkap Syamsudin.

BACA JUGA: Cuaca Ekstrem Robohkan Menara Masjid di Ungaran Semarang, Tak Ada Korban Jiwa

Syamsudin menjabarkan bencana alam yang menerpa bangunan SMA/SMK di Jawa Tengah. Misalnya angin kencang di Banjarnegara, Klaten, Purbalingga, Banyumas, Blora, Pekalongan, dan Rembang.

Bencana banjir, kata dia, merendam sejumlah sekolah di wilayah Brebes, Cilacap, Demak, Grobogan, Jepara, Kendal, Pati, Kota Semarang, dan Salatiga.

“Kalau hujan deras dan angin kencang itu berdampak di sekolah Banjarnegara, Cilacap, Karanganyar, Pemalang, Purworejo, Kota Magelang, Kota Semarang. Bangunan roboh ada di Kendal, Kota Semarang, dan Surakarta dan tanah longsor di Pekalongan dan Kota Magelang,” ungkap Syamsudin.

Bangunan sekolah roboh lantaran cuaca ekstrem

Syamsudin menyebut bangunan roboh terjadi di salah satunya di SMKN 3 Semarang dan aula sekolah di Banyumas.

“Bangunan roboh bisa jadi atap yang ambrol, ada yang plafonnya hujan deras lebat, asbesnya itu sudah lembab basah akhirnya blong, itu ada di Banyumas, satu aula gitu blong, tapi sudah bisa teratasi,” ungkap dia.

Pihaknya lantas meminta sekolah yang mengalami kerusakan ringan mampu mengoptimalkan dana BOS untuk perbaikan.

BACA JUGA: Cuaca Ekstrem Selama Januari 2025, BPBD Ungkap 40 Persen Lebih Daerah di Jateng Terendam Banjir

Disdikbud Jawa Tengah pun turut memberi stimulan Rp25-30 juta untuk 55 sekolah yang mengalami kerusakan. Jika kerusakan sekolah membutuhkan perbaikan hingga Rp200 juta, maka Disdikbud Jawa Tengah akan mengajukan ke APBD.

“Perbaikan sudah, dari 55 sekolah ini kami gelontorkan bantuan stimulan sekitar Rp25-30 juta untuk bisa merapikan dulu. Kalau sifatnya berat, kami alokasikan ke APBD sesuai dengan mekanisme, baik itu perubahan anggaran atau bagaimana. Kalau bangunan yang atap ambas kan butuh anggaran di atas Rp200 juta misalnya; nah itu kami proses untuk bantuan dari APBD,” pungkas Syamsudin. (*)

Editor: Mu’ammar R. Qadafi

Simak berbagai berita dan artikel pilihan beritajateng.tv dengan bergabung ke saluran kami.

Gabung Channel WhatsApp