Hukum & Kriminal

Insiden Dini Hari, Keluarga Baru Tahu Gamma Tewas dari Polisi Pukul 12 Siang, Paman: Kok Selama Itu?

×

Insiden Dini Hari, Keluarga Baru Tahu Gamma Tewas dari Polisi Pukul 12 Siang, Paman: Kok Selama Itu?

Sebarkan artikel ini
CNN Wartawan Gamma Keluarga
Ayah Gamma, Andi Prabowo (kiri), dan pamam Gamma, Agung (kanan), saat ditemui di Semarang, Selasa, 3 Desember 2024. (Fadia Haris Nur Salsabila/beritajateng.tv)

SEMARANG, beritajateng.tv – Keluarga Gamma Rizkynata Oktafandy mempertanyakan prosedur penanganan kasus yang menewaskan siswa SMKN 4 Semarang itu.

Paman korban, Agung, menyebut, keluarga masih merasa ganjal terkait lamanya jeda waktu antara meninggalnya korban dengan pemberitahuan polisi. Menurutnya, keluarga baru tahu Gamma meninggal hampir 12 jam setelah waktu kematian.

“Yang kami sayangkan dan menjadi pertanyaan kami, jam meninggalnya Gamma jam 1 dini hari, kenapa kami baru diberi tahu jam 12 siang? Itu kan jedanya sudah hampir 12 jam; kok selama itu?” kata Agung.

BACA JUGA: Keluarga Gamma Tak Ikuti RDP di DPR RI: Undangan Mendadak Batal, Tak Bisa Buka Link Zoom

Agung menuturkan, ia dan istri pertama kali mendapat kabar meninggalnya Gamma bukan dari pihak Polrestabes Semarang langsung. Melainkan, dari seorang kenalan keluarga yang kebetulan bekerja di Polrestabes Semarang.

Awalnya, orang itu menelepon dan hendak datang ke rumah Gamma pada Minggu siang. Namun, Agung menolak karena khawatir dengan kondisi mental nenek Gamma. Ia pun mendatangi rumah orang itu sekitar pukul 12.15 WIB.

“Tapi info dari warga di sekitar, di hari Minggu pagi sudah ada polisi berpakaian preman yang menanyakan rumahnya Gamma yang nama ayahnya Andi Prabowo, dan sudah ditunjukkan rumahnya di situ. Agak siang datang lagi. Ditanya ada apa, tapi mereka enggak mau jawab,” papar Agung.

Polisi berdalih cari Gamma lewat sidik jari

Lebih lanjut, Agung menuturkan jika Wakasat Reskrim Polrestabes Semarang, Kompol Aris Munandar, sempat menjelaskan kepada keluarga perihal lamanya jeda waktu antara kematian Gamma dan kabar dari polisi.

Menurut penjelasan Aris, Gamma saat di rumah sakit tidak memiliki satu pun kartu identitas. Sehingga, polisi terpaksa mencari identitas Gamma dengan menggunakan sidik jari.

Padahal, pihak keluarga mengetahui Gamma telah mengurus pembuatan Kartu Tanda Penduduk (KTP).

“KTP-nya sudah jadi, harusnya data Gamma sudah muncul, tapi kenapa dari pihak kepolisian katanya sampe pagi enggak muncul dan baru jam 10 keluar datanya. Itu yang menjadi pertanyaan kami,” ujar Agung.

BACA JUGA: Keluarga Gamma Bongkar Awal Mula Intimidasi Oknum Wartawan: Datang Bareng Kapolrestabes, Tak Kenalkan Diri

Sementara itu, ayah kandung Gamma, Andi Prabowo, menambahkan, anaknya telah memiliki KTP. Ia sendiri yang meminta sang anak untuk memasukkan KTP ke dompet dan tas.

Ia meyakini Gamma telah membawa KTP di dompetnya. Sebab, ia tak dapat menemukan KTP Gamma di rumah.

“Setahu saya KTP anak saya ada di dompet, di tas. Kemungkinan masih ada di dompet atau tas yang saat ini masih ada di Polrestabes,” imbuhnya. (*)

Editor: Mu’ammar R. Qadafi

Simak berbagai berita dan artikel pilihan beritajateng.tv dengan bergabung ke saluran kami.

Gabung Channel WhatsApp