SEMARANG, beritajateng.tv – Momentum Isra’ mi’raj adalah salah satu peristiwa yang cukup bersejarah dalam Islam.
Kali ini beritajateng.tv akan bagikan informasi seputar sejarah lengkapnya, maka dari itu simak artikel ini sampai selesai.
Sejarah Isra’ mi’raj
Suatu ketika, Rasulullah SAW berada di dalam sebuah kamar dalam keadaan tertidur. Pada saat itu, malaikat datang, membelah dada beliau, mengeluarkan hatinya, lalu menyucikannya.
Setelah itu, hati Nabi terisi dengan iman dan hikmah, kemudian Allah kembalikan ke tempat semula.
BACA JUGA: Nostalgia Masa Kecil hingga Wisata Sejarah, Lawang Sewu Jadi Jujugan Wajib Wisatawan di Semarang
Usai peristiwa tersebut, Nabi Muhammad SAW menjalani perjalanan Isra’ Mi’raj dengan menaiki buraq bersama dengan Malaikat Jibril. Perjalanan lanjut menuju langit dunia. Di sana terdengar pertanyaan, “Siapakah ini?” Jibril menjawab, “Aku Jibril.”
Lalu muncul pertanyaan kembali, “Siapa yang bersamamu?” Jibril menjawab, “Muhammad.” Kemudian terdengar ucapan, “Selamat datang, sungguh engkau adalah sebaik-baik tamu.”
Di langit pertama, Nabi Muhammad SAW bertemu dengan Nabi Adam AS. Malaikat Jibril menjelaskan bahwa Nabi Adam adalah bapak seluruh manusia dan para nabi.
Jibril pun meminta Nabi Muhammad untuk mengucapkan salam, yang kemudian Nabi Adam balas dengan penuh penghormatan.
Perjalanan kini berlanjut ke langit kedua, tempat Nabi bertemu Nabi Yahya AS dan Nabi Isa AS.
Di langit ketiga, beliau bertemu Nabi Yusuf AS. Di langit keempat, beliau bertemu Nabi Idris AS.
Lalu di langit kelima, Nabi Muhammad SAW bertemu Nabi Harun AS. Di langit keenam, beliau bertemu Nabi Musa AS.
Saat itu, Nabi Musa menangis karena mengetahui bahwa umat Nabi Muhammad adalah umat yang paling banyak masuk surga, melebihi umatnya sendiri.
Perjalanan berlanjut hingga langit ketujuh, di mana Nabi Muhammad SAW bertemu dengan Nabi Ibrahim AS.
Kisah di Sidratul Muntaha
Setelah itu, Nabi Muhammad SAW sampai di Sidratul Muntaha, tempat beliau bermunajat dan berdoa kepada Allah SWT.





