Pendidikan

Isra’ mi’raj 2026 Jatuh pada Hari Jumat 16 Januari: Berikut Sejarah Lengkapnya 

×

Isra’ mi’raj 2026 Jatuh pada Hari Jumat 16 Januari: Berikut Sejarah Lengkapnya 

Sebarkan artikel ini
Isra Miraj
Memperingati peristiwa Isra Miraj. (foto: freepik)

SEMARANG, beritajateng.tv – Momentum Isra’ mi’raj adalah salah satu peristiwa yang cukup bersejarah dalam Islam.

Kali ini beritajateng.tv akan bagikan informasi seputar sejarah lengkapnya, maka dari itu simak artikel ini sampai selesai.

Sejarah Isra’ mi’raj 

Suatu ketika, Rasulullah SAW berada di dalam sebuah kamar dalam keadaan tertidur. Pada saat itu, malaikat datang, membelah dada beliau, mengeluarkan hatinya, lalu menyucikannya.

Setelah itu, hati Nabi terisi dengan iman dan hikmah, kemudian Allah kembalikan ke tempat semula.

BACA JUGA: Nostalgia Masa Kecil hingga Wisata Sejarah, Lawang Sewu Jadi Jujugan Wajib Wisatawan di Semarang

Usai peristiwa tersebut, Nabi Muhammad SAW menjalani perjalanan Isra’ Mi’raj dengan menaiki buraq bersama dengan Malaikat Jibril. Perjalanan lanjut menuju langit dunia. Di sana terdengar pertanyaan, “Siapakah ini?” Jibril menjawab, “Aku Jibril.”

Lalu muncul pertanyaan kembali, “Siapa yang bersamamu?” Jibril menjawab, “Muhammad.” Kemudian terdengar ucapan, “Selamat datang, sungguh engkau adalah sebaik-baik tamu.”

Di langit pertama, Nabi Muhammad SAW bertemu dengan Nabi Adam AS. Malaikat Jibril menjelaskan bahwa Nabi Adam adalah bapak seluruh manusia dan para nabi.

Jibril pun meminta Nabi Muhammad untuk mengucapkan salam, yang kemudian Nabi Adam balas dengan penuh penghormatan.

Perjalanan kini berlanjut ke langit kedua, tempat Nabi bertemu Nabi Yahya AS dan Nabi Isa AS.

Di langit ketiga, beliau bertemu Nabi Yusuf AS. Di langit keempat, beliau bertemu Nabi Idris AS.

Lalu di langit kelima, Nabi Muhammad SAW bertemu Nabi Harun AS. Di langit keenam, beliau bertemu Nabi Musa AS.

Saat itu, Nabi Musa menangis karena mengetahui bahwa umat Nabi Muhammad adalah umat yang paling banyak masuk surga, melebihi umatnya sendiri.

Perjalanan berlanjut hingga langit ketujuh, di mana Nabi Muhammad SAW bertemu dengan Nabi Ibrahim AS.

Kisah di Sidratul Muntaha

Setelah itu, Nabi Muhammad SAW sampai di Sidratul Muntaha, tempat beliau bermunajat dan berdoa kepada Allah SWT.

Kemudian beliau menuju Baitul Makmur, yaitu rumah ibadah di langit ketujuh yang sejajar dengan Ka’bah di bumi.

Setiap hari, sebanyak tujuh puluh ribu malaikat memasuki Baitul Makmur untuk bertawaf dan tidak akan kembali lagi.

Di sana, Nabi disuguhkan tiga minuman, yaitu arak, susu, dan madu. Nabi memilih susu, lalu Malaikat Jibril menjelaskan bahwa susu melambangkan kesucian dan fitrah yang menjadi ciri Nabi Muhammad dan umatnya.

Selanjutnya, Nabi Muhammad SAW kembali turun. Dalam perjalanan, Nabi Musa kembali mengingatkan bahwa umat Nabi Muhammad tidak akan mampu menjalankan kewajiban yang terlalu berat.

Nabi Muhammad pun kembali menghadap Allah beberapa kali hingga akhirnya Allah menetapkan kewajiban salat lima waktu.

Meski Nabi Musa kembali menyampaikan kekhawatirannya, Nabi Muhammad SAW merasa malu untuk kembali memohon keringanan dan memilih menerima ketetapan Allah dengan penuh keridaan dan kepasrahan.

Keesokan harinya, Nabi Muhammad SAW menyampaikan peristiwa Isra’ Mi’raj kepada kaum Quraisy.

BACA JUGA: Libur Nataru, Kota Lama Semarang Jadi Favorit Wisata Sejarah Nusantara

Namun, sebagian besar dari mereka mengingkari dan tidak mempercayainya. Bahkan, ada pula sebagian kaum muslimin yang kembali murtad karena meragukan kisah tersebut.

Melihat keadaan itu, Abu Bakar segera membenarkan peristiwa Isra’ Mi’raj yang disampaikan Nabi.

Ia berkata, “Jika Muhammad menyampaikan berita dari langit, maka aku membenarkannya.

Apalagi jika hanya tentang perjalanan ke Baitul Maqdis.” Sejak saat itu, Abu Bakar diberi gelar As-Shiddiq, sebagai sosok yang sangat jujur dan teguh dalam membenarkan Rasulullah SAW. (*)

Simak berbagai berita dan artikel pilihan beritajateng.tv dengan bergabung ke saluran kami.

Gabung Channel WhatsApp