“Setelah saya buka semua, saya kaget, yang saya lihat ada darah yang keluar dari mulut dan hidungnya. Setelah tak mandikan baru kelihatan dahinya ada benjolan sudah membiru. Saya penasaran jatuh dari kursi kok bisa langsung meninggal, saya raba lagi dibagian kepala gak ada yang luka. Tapi ada rambut yang rontok seperti ditarik jatuh didada, dibagian kanan kiri perut ada luka memar, dan dileher bawah telinga juga ada dua titik kehitaman, ” jelas Sumadi.
“Saya sempat menangis, karena puluhan tahun memandikan jenazah, baru kali ini melihat luka sebanyak itu, dalam hati saya kalau penyebabnya jatuh dari kursi, kok lukanya seperti ini,” imbuhnya.
Luka itu yang melihat bukan hanya Sumadi namun ada tim lain dari yayasan Budi Dharma yang melihatnya. Usai dimandikan jenazah diserahkan kepada pihak keluarga untuk diberi pakaian dan aksesoris lainya dan dimasukan kedalam peti mati.
Penelusuran Beritajateng.Net tak hanya sampai di situ. N saksi yang mengantarkan korban sebelum meninggal mengatakan pukul 21.37 WIB ditelpon ayah tirinya dimintai tolong untuk mengantar kerumah sakit Permata.
“Waktu itu saya habis dari jalan jalan bersama keluarga, ganti baju terus tiduran. Sekitar pukul 21.37 WIB, saya ditelpon ayahnya minta tolong diantar ke rumah sakit karena anak perempuannya jatuh,” kata N, Kamis (15/9/2022) sore.
N kemudian mengeluarkan mobilnya menuju rumah ayah korban yang g jauh dari rumahnya.
“Saya tanya, diantar ke mana? Dia jawab ke Permata saja. Saat dibopong ayahnya saya sempat melihat muka G berdarah, terus saya langsung ke rumah sakit Permata, ” tuturnya.
Sesampai di Permata langsung ditangani di IGD, sedangakan ayahnya lalu mengurus administrasi di bagian pelayanan. Beberapa menit kemudian perawat keluar menanyakan orang tuanya.




