“Maaf koh warung mau tak tutup, anaku jatuh dari kursi mau tak bawa ke rumah sakit, terus saya bilang ya koh biar tak bantu beresin koh urusin anak e saja. Koh Mu yang disebelahku juga bilang, pakai motorku saja, tapi ayahnya gak mau katane mau naik Grab saja. Saya terus bantu beres beres, terus aku pamit,” jelasnya.
Dihubungi terpisah, Kasatreskrim Polres Blora AKP Supriyono mengaku telah menerima informasi kematian korban yang diduga ada kejanggalan tersebut. Pihaknya pun telah menerjunkan tim inavis ke lokasi dan melakukan olah TKP.
“Sebenarnya ini bukan laporan tapi saya dapat informasi adanya kejanggalan itu. Itu kejadian malam minggu tanggal 10 September kemarin. Saya sudah datang ke lokasi bersama tim inavis. Saya juga sudah olah TKP. Saat saya datang ke lokasi memang kondisi sudah di peti. Pihak keluarga juga tidak mau diotopsi,” jelasnya. (Her/El)




