Jateng

Kemiskinan di Semarang Turun, Wilayah Pesisir Semarang Utara Masih Tertinggi

×

Kemiskinan di Semarang Turun, Wilayah Pesisir Semarang Utara Masih Tertinggi

Sebarkan artikel ini
Kemiskinan di Semarang Turun, Wilayah Pesisir Semarang Utara Masih Tertinggi
Plt Kepala Dinsos Kota Semarang, Endang Sarwiningsih. (Ellya/beritajateng.tv)

SEMARANG, beritajateng.tv – Angka kemiskinan di Kota Semarang menunjukkan tren penurunan sepanjang 2025. Berdasarkan data Badan Pusat Statistik (BPS), persentase penduduk miskin tercatat sebesar 3,80 persen atau sekitar 74.360 jiwa.

Plt Kepala Dinas Sosial Kota Semarang, Endang Sarwiningsih, menyampaikan bahwa capaian tersebut merupakan hasil kolaborasi lintas sektor antara Pemerintah Kota Semarang dan berbagai instansi terkait, termasuk BPS.

“Data kemiskinan Kota Semarang kami susun bersama BPS. Sampai tahun 2026 ini, angka kemiskinan berada di kisaran 3,80 persen atau sekitar 74.360 orang,” kata Endang di Semarang.

Angka tersebut menurun dari tahun 2024 yang mencapai 4,03 persen atau sekitar 77,79 ribu jiwa. Artinya, terdapat penurunan sekitar 0,23 persen atau setara 3,34 ribu orang.

Endang menjelaskan, dinamika ekonomi seperti inflasi, daya beli masyarakat, hingga pemutusan hubungan kerja turut memengaruhi kondisi sosial ekonomi warga. Meski demikian, berbagai intervensi pemerintah mampu menahan laju peningkatan kemiskinan.

“Memang ada faktor-faktor ekonomi yang memengaruhi, seperti inflasi dan berkurangnya daya beli. Tapi alhamdulillah masih bisa ditekan sehingga ada penurunan meski tidak signifikan,” ujarnya.

Secara wilayah, tingkat kemiskinan tertinggi berada di Kecamatan Semarang Utara, khususnya di Kelurahan Tanjungmas dan Bandarharjo. Mayoritas warga di kawasan tersebut berprofesi sebagai nelayan yang sangat bergantung pada kondisi cuaca.

“Nelayan ini kalau cuaca ekstrem tidak bisa melaut. Mereka terpaksa mengandalkan tabungan atau bahkan berutang untuk memenuhi kebutuhan hidup. Kondisi ini jelas berdampak pada kualitas hidup mereka,” kata Endang.

Untuk menekan angka kemiskinan, Pemerintah Kota Semarang tidak hanya mengandalkan Dinas Sosial. Sejumlah organisasi perangkat daerah turut melakukan intervensi sesuai bidang masing-masing.

BACA JUGA: Tujuh Siswa SMA Mundur dari Sekolah Rakyat Semarang, Ini Penjelasan Dinsos

Salah satu upaya yang dilakukan adalah pemberdayaan masyarakat melalui penguatan UMKM. Warga diberikan pelatihan agar mampu mandiri secara ekonomi dan memiliki sumber penghasilan berkelanjutan.