SEMARANG, beritajateng.tv – Tak hanya sebagai berkumpulnya penjelajah, Komunitas Semarangker ternyata juga turut andil dalam mengamankan proses syuting acara televisi yang dekat dengan dunia supranatural.
Ketua Srikandi Semarangker Febri Osi Wahyu mengatakan, pihaknya sering mendapat job menjadi back up atau penjaga dalam proses syuting. Salah satunya acara uji nyali yang pernah hits beberapa waktu lalu. Selain itu, Komunitas Semarangker membantu mengamankan lokasi syuting Film Suzzanna baru-baru ini.
Hal tersebut lantaran lokasi syuting yang memang sudah horor serta aktivitas syuting para kru yang mengundang kedatangan makhluk tak kasat mata. Osi sapaan akrabnya mencontohkan, Komunitas Semarangker pernah membantu mengamankan proses syuting film “Suzzanna: Malam Jumat Kliwon” di Kota Semarang beberapa waktu yang lalu.
Saat itu, Komunitas Semarangker dianggap memiliki kelebihan. Namun Osi menekankan bahwa pihaknya bukanlah kumpulan orang indigo melainkan hanya penjelajah tempat angker.
“Film Suzzanna kemarin bikin filmnya dengan kita, ketemu Luna Maya, jadi semua back up itu dari Semarangker. Kebetulan anak Semarangker banyak yang punya kelebihan, tapi kita nggak mau dibilang indigo ya,” ungkap Osi kepada beritajateng.tv, belum lama ini.
Luna Maya yang memerankan sosok Suzzanna sendiri dalam konferensi persnya mengaku mengalami beberapa kejadian horor pada saat syuting. Ia bahkan melakukan ritual makan kembang layaknya yang sering Suzzanna lakukan semasa hidupnya.
BACA JUGA: Film Horor Waru Adaptasi Novel Best Seller Akan Tayang di 8 Negara, Termasuk Indonesia?
Osi menjelaskan, maksud back up adalah penjagaan. Yaitu menjaga proses syuting dari gangguan mistis.
“Back up depan dan back up belakang, semprotin air yang sudah kita doakan,” imbuhnya.
Komunitas Semarangker terlibat Uji Nyali Gedung Lawang Sewu
Selain turut terlibat dalam proses syuting film “Suzzanna: Malam Jumat Kliwon”, Osi mengungkapkan jika Semarangker juga pernah terlibat dalam proses syuting acara uji nyali yang hits beberapa tahun yang lalu.
Waktu itu, uji nyali berlangsung di Gedung Lawang Sewu. Sayangnya, proses syuting tidak berakhir dengan lancar, bahkan menimbulkan korban jiwa.
“Acara dunia lain yang akhirnya masnya meninggal, itu juga dari Semarangker. Itu masnya ngelawan, harusnya nggak boleh ngelawan. Terus seminggu kemudian sakit, itu ceritanya kena dari situ (Lawang Sewu),” ungkapnya.
BACA JUGA: Video Rumah “Suzanna” di Semarang Kembali Viral, Pemiliknya Ngaku Sering Alami Kejadian Mistis
Semarangker sendiri merupakan komunitas penjelajah tempat-tempat angker yang telah berdiri sejak tahun 2007 silam. Selain membantu pengamanan proses syuting, mereka masih rutin menjelajahi sudut-sudut horor Kota Semarang.
Bahkan, mereka memiliki Museum Semarangker yang menjadi tempat menyimpan benda-benda yang bernilai mistis, hasil dari penjelajahan ke tempat-tempat angker.
Sempat berpindah-pindah lokasi, dari Kedungmundu hingga Lamper, saat ini Museum Semarangker berada di Gedung UMKM, Pasar Srondol, Jalan Potrosari II, Srondol Kulon, Kecamatan Banyumanik.
“Mitosnya macem-macem, ada baju untuk bunuh diri, ada alat musik tradisional yang kalau malem sering bunyi sendiri, ada keranda, ada boneka jenglot, macem-macem. Tapi kalau nggak kuat dengan hawa Museum Semarangker bisa muntah,” kata Osi. (*)
Editor: Ricky Fitriyanto





