UNGARAN, beritajateng,tv — Komisi Pemilihan Umum (KPU) Kabupaten Semarang masih memiliki sejumlah “pekerjaan rumah” terkait pendidikan politik. Hal ini didasarkan pada hasil pelaksanaan Pilkada serentak Kabupaten Semarang 2024.
Ketua KPU Kabupaten Semarang, Bambang Setiyono, mengungkapkan, melihat partisipasi pemilih warga Kabupaten Semarang pada pelaksanaan pemilihan bupati dan wakil bupati Semarang 2024, ada beberapa evaluasi yang harus lembaganya lakukan selaku penyelenggara.
“Ada evaluasi yang harus kami lakukan, berarti kami masih harus melaksanakan pendidikan politik kepada masyarakat,” ungkap Bambang, Kamis, 9 Januari 2025.
BACA JUGA: KPU Kabupaten Semarang Tetapkan Ngesti-Arifah sebagai Bupati dan Wakil Bupati Semarang Terpilih
Tentunya, lanjut Bambang, KPU Kabupaten Semarang masih akan menggandeng berbagai pihak (elemen masyarakat) yang lain. Sebab, pihaknya tak bisa menjangkau seluruh lapisan masyarakat tanpa dukungan berbagai pihak, termasuk ormas dan media.
Sehingga, lanjutnya, apa yang menjadi tujuan pendidikan politik akan dapat menampakkan hasilnya pada penyelenggaraan pemilihan kepala daerah serentak ke depannya.
“Intinya, ke depan [pada tahun 2029] tingkat paisipasi masyarakat harus bisa lebih baik lagi,” lanjutnya.
KPU Kabupaten Semarang: Partisipasi pemilih Pilkada masih di bawah Pemilu
Bambang juga menyampaikan, untuk pemilihan kepala daerah memang berbeda dengan pemilihan umum. Artinya, tingkat parrtisipasi pemilh pada Pilkada—secara rating—masih berada di bawah pemilihan umum.
Berkaitan dengan Pilkada serentak tahun 2024 di Kabupaten Semarang, pihaknya bersama dengan jajaran telah berupaya semaksimal mungkin agar tingkat partisipasi pemilih menjadi lebih baik.
“Alhamdulilah, pada pilkada serentak 2024 tingkat partisipasi pemilih di Kabupaten Semarang bisa mencapai 74,8 persen. Ini sudah luar biasa karena kerja tim-tim [jajaran penyelenggara] yang ada di bawah,” katanya.
Ia juga menyebut, jajaran penyelenggara sampai di tingkat bawah masih memiliki komitmen untuk menyukseskan pemilu. Terutama, di bagian adhoc di tingkat PPS maupun PPK yang tak henti-hentinya melakukan sosialisasi.
BACA JUGA: Catatan Kasus HIV/AIDS di Kabupaten Semarang 2024: Pasangan Homoseksual Lampaui Pekerja Seks
Oleh karena itu, lanjut Bambang, usai rangkaian penyelenggaraan pilkda serentak 2024 ini, KPU Kabupaten Semarang masih akan bekerja untuk sosialisasi dan pendidikan pemilih. Selain itu, juga melaksanakan sosialisasi pendidikan pemilu bukan hanya di tingkat pemilih pemula.
Termasuk pula sosialisasi pendidikan pemilu di wilayah “3T”, yakni terluar, terjauh, dan terpencil, agar ke depan tingkat partisipasi masyarakat akan semakin tinggi.
“Karena masyarakat harus sadar akan pentingnya mengikuti pemilu atau pilkada yang akan datang,” tegasnya. (*)
Editor: Mu’ammar R. Qadafi





