SEMARANG, beritajateng.tv – Insiden kecelakaan terjadi di perlintasan kereta api tanpa palang pintu di Jalan Sadewa VII, Plombokan, Kecamatan Semarang Utara, Kota Semarang, Kamis, 29 Februari 2024 sore.
Kecelakaan tersebut melibatkan satu kendaraan motor dan kereta api Multi Tie Tamper (MMT).
Kepala Polsuska KAI Daop 4 Semarang, Yulius Dwi Budi Cahyono, menjelaskan, kereta MMT merupakan kereta yang berfungsi untuk memperbaiki rel. Sementara itu, korban terdiri dari dua orang, yaitu ibu dan anak.
“Korbannya ibu dan anak. Sang ibu terpental, kondisi kritis, sepertinya patah leher,” jelasnya
“Anak dan motor jatuh di jembatan Banjir Kanal Barat, korban perempuan semua,” sambungnya.
Sementara itu, Aminah, salah satu warga sekitar menyebut, kejadian terjadi sekitar pukul 15.00 s.d. 15.30 WIB.
“Tadi ibunya masih hidup dibawa ambulans, kalau anaknya udah nggak ada [meninggal],” katanya kepada beritajateng.tv di lokasi kejadian.
Aminah menjelaskan, kereta datang dari arah Stasiun Poncol menuju Jembatan Banjir Kanal Barat (BKB). Kereta pun berjalan dalam kondisi pelan atau tidak terlalu cepat.
Sedangkan, korban melintas dari arah Kelurahan Pindrikan Lor menuju Bulu Lor.
BACA JUGA: Tiga Orang Tewas, Ini Kronologi Kecelakaan Balap Liar di Bangetayu Semarang
Saat bersamaan, melintas KA MMT dari Stasiun Poncol. Namun, karena jarak terlalu dekat, tabrakan pun tak bisa terhindarkan.
“Di sini sering terjadi kecelakan, barusan belum lama, meninggal dunia juga, seringnya jam segini,” imbuhnya.
Pantauan beritajateng.tv, serpihan motor terlihat tercecer di sepanjang lokasi. Hingga pukul 17.00 WIB, petugas Inafis terpantau telah datang ke lokasi dan melakukan reka adegan. (*)
Editor: Mu’ammar R. Qadafi





