SEMARANG, beritajateng.tv – Kabar mengejutkan datang dari seseorang yang mengaku sebagai teman dari mahasiswa Universitas Negeri Semarang (Unnes) yang diduga bunuh diri pada Kamis, 3 Oktober 2024.
Kabarnya, mahasiswa Fakultas Ilmu Komputer (FIK) tersebut ditemukan dalam keadaan tergantung kabel WiFi.
Dari kejadian ini, teman-teman mahasiswa Unnes tersebut terkejut, sebab mereka tak menyangka mahasiswa yang berinsial VIS tersebut berbuat nekat.
Perihal penyebab kematian VIS ini masih belum terungkap, namun teman korban menyebut bahwa VIS bunuh diri karena judi online dan terlilit hutang pinjaman online.
“Gw temen sekelasnya dia komtinv gw, gw aja gatau dia bener judol atau gak seenggak enggaknya meurut gw berita kaya gini kalau belum ada knfo valid judil jangan di kasih kata kata itu,” ungkapnya.
BACA JUGA: Mahasiswa Unnes Gantung Diri di Kamar Kos, Tinggalkan Surat untuk Ortu dan Teman, Ini Isinya
Teman korban tersebut mengaku sempat bermain bitcoin dan crypto bersama sebelum meninggal.
Tak hanya itu, ia juga menyebut bahwa ada kemungkinan bahwa korban mendapati tekanan dari orang tuanya.
“Kita juga main bitcoin dan dia mai ctypo dua arah jadi gw gasuka ja kalau gaada info valifnya, yang gw tau dia emang ada tekanan dari ortu aja,” katanya.
Keluarga mahasiswa Unnes bantah soal pinjol
Dedi (27 tahun), kakak kandung korban, membantah isu yang beredar soal korban bunuh diri karena terjerat pinjaman online (pinjol).
“Terkait informasi yang beredar di TikTok, di Twitter, saya benar-benar kecewa ke orang yang menyebarkan berita yang tidak valid itu. Gosip yang menyatakan adik saya bunuh diri gara-gara pinjol,” ujar Dedi.
BACA JUGA: Pengakuan Teman Mahasiswa Unnes sebelum Meninggal di Kamar Kos, Frustasi karena Crypto?
Menurut Dedi, keluarga selalu mengirimkan uang bulanan lebih dari cukup. Sang adik juga di kenal tak banyak tingkah meski sangat pendiam dan tertutup.
Sebelumnya, kata Dedi, korban pernah menanyakan soal bunuh diri kepada kakaknya. Ketika kakaknya menanyakan alasan di balik pertanyaan tersebut, korban mengaku lelah. (*)





