Jateng

Masih Banyak PR di Jawa Tengah, Sanggupkah Ganjar Mengemban Amanah Negara?

×

Masih Banyak PR di Jawa Tengah, Sanggupkah Ganjar Mengemban Amanah Negara?

Sebarkan artikel ini
Capres Ganjar Pranowo
Bakal Capres Ganjar Pranowo masih memiliki pekerjaan rumah yang harus diselesaikan sebelum mengemban amanah negara. Sumber: @ganjar_pranowo

JAKARTA, beritajateng.tv – Ketua Umum PDIP Megawati Soekarnoputri telah resmi mengusung bakal Capres Ganjar Pranowo mewakili partai banteng merah di Pilpres 2024.

Saat ini, Capres Ganjar Pranowo masih menjabat sebagai Gubernur Jawa Tengah. Ia telah menjabat selama 2 periode (2013-2023).

Masa jabatannya akan segera berakhir pada 5 September 2023. Tepat satu bulan sebelum pendaftaran Capres-Cawapres.

Kendati demikian, masih ada beberapa project yang belum terselesaikan oleh Ganjar di masa kepemimpinannya di Jawa Tengah.

Berikut daftar pekerjaan rumah yang belum terselesaikan Capres Ganjar Pranowo.

1. Infrastruktur Rusak

Selama dua tahun terakhir, ada banyak aduan terkait jalan provinsi yang rusak. Pemprov Jateng mengakui hal tersebut. Alih-alih menyegerakan perbaikan, Capres Ganjar Pranowo justru mengungkapkan perlu didiskusikan di kalangan DPR terlebih dahulu.

Selain itu, kurangnya dana perbaikan jalan membuat dana darurat tersebut harus dimanfaatkan sebaik mungkin. Maka dari itu, perlu adanya komitmen politik sebelum masa jabatan berakhir.

Sederet Pekerjaan Rumah Capres Ganjar Pranowo

2. Banyak Jabatan Kepala Dinas yang Tak Terisi

Selama masa kepemimpinannya, ada banyak Jabatan strategis yang hampa karena tak terisi oleh orang yang kompeten. Apalagi jabatan ini sangat urgent untuk perkembangan dan kemajuan Jawa Tengah.

Adapun jabatan strategis tersebut yakni Kepala Bappeda, Kepala Dinas ESDM, Kepala BKD, Disporapar, Disnakertrans, Kepala Biro Perekonomian, Kepala Biro Umum dan Protokol, Kepala Dinas Sosial.

3. Tingkat kemiskinan fluktuatif

Dalam tujuh tahun masa jabatannya, angka kemiskinan di Jawa Tengah cenderung fluktuatif.

Di awal masa kepemimpinan Ganjar, jumlah penduduk miskin 4,86 ​​juta jiwa, sedangkan pada 2019 berhasil ditekan menjadi 3,89 juta jiwa.

Namun pada tahun 2020 dan 2021, Covid-19 menyebabkan angka kemiskinan kembali meningkat di Jawa Tengah. Pada tahun 2020 akan meningkat menjadi 3,98 juta orang dan 4,10 juta pada tahun 2021. Pada tahun 2022, jumlah tersebut turun menjadi 3,83 juta orang.

4. Banjir Semarang

Masalah lain yang masih melanda wilayah Jawa Tengah adalah banjir rob. Banjir rob melanda pelabuhan Tanjung Emas di Semarang pada Mei 2022.

Polisi mengatakan bahwa sedikitnya 8.000.000 keluarga terkena dampak banjir ini. Selain itu, ketinggian air akibat banjir naik menjadi 2,1 meter.

Genangan air ini diperparah dengan jebolnya tanggul di kawasan tersebut. Aktivitas pribadi perusahaan di sekitar pelabuhan terpaksa dihentikan (*). 

Simak berbagai berita dan artikel pilihan beritajateng.tv dengan bergabung ke saluran kami.

Gabung Channel WhatsApp